Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, PT TIMAH Serahkan Bantuan Jaring Ikan untuk Perkumpulan Nelayan Keluruhan Sawang | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-268067 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Advertorial / Berita / Potret Timah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, PT TIMAH Serahkan Bantuan Jaring Ikan untuk Perkumpulan Nelayan Keluruhan Sawang

KARIMUN — PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir melalui dukungan terhadap penguatan mata pencaharian nelayan. Salah satunya dilakukan dengan menyerahkan bantuan alat tangkap kepada Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan berupa jaring ikan ini dimanfaatkan kelompok nelayan untuk menangkap ikan biang dan ikan lome. Sebanyak 30 nelayan menjadi penerima manfaat bantuan PT TIMAH ini.

Melalui bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan sebagai sumber penghasilan utama nelayan. Apalagi penerima bantuan ini merupakan nelayan tradisional.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu para nelayan, terutama di tengah kondisi hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH kami manfaatkan untuk membeli jaring bagi nelayan. Jaring yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, yaitu untuk menangkap ikan biang dan ikan lome,” kata Jumari.

Ia menjelaskan, Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang memiliki lebih dari 100 anggota. Namun, untuk bantuan kali ini, pihaknya memprioritaskan 30 nelayan yang dinilai aktif melaut dan benar-benar menggantungkan kehidupan dari hasil tangkapan ikan.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis: Maksimalkan Kesiapan Kafilah Jelang MTQ Riau, LPTQ Bengkalis Gelar Pemantapan Terpusat

Menurut Jumari, mayoritas nelayan di Kelurahan Sawang merupakan nelayan tradisional yang menggunakan sampan sebagai sarana utama untuk mencari ikan di perairan sekitar Kundur Barat.

Kondisi hasil tangkapan yang tidak menentu membuat pendapatan nelayan juga ikut berfluktuasi. Ketika hasil tangkapan cukup banyak, nelayan bisa mendapatkan penghasilan lebih baik. Namun, tidak jarang mereka harus pulang dengan hasil yang terbatas.

“Rata-rata nelayan di sini masih tradisional. Mereka menggunakan sampan untuk mencari nafkah di laut. Hasilnya juga tidak tentu. Kalau hasil tangkapan lebih banyak, pendapatan mereka tentu lebih baik,” katanya.

Jumari mengungkapkan, bantuan jaring tersebut diajukan karena nelayan membutuhkan sarana tangkap yang layak. Sebagian jaring yang selama ini digunakan sudah mengalami kerusakan akibat pemakaian.

Lebih lanjutd dijelaskannya, kebutuhan untuk membeli jaring baru cukup besar bagi nelayan. Untuk satu utas jaring, biaya pengadaan beserta upah pembuatannya dapat mencapai sekitar Rp500 ribu. Sementara melalui bantuan tersebut, masing-masing nelayan mendapatkan sekitar lima utas jaring.

“Kalau membeli satu utas jaring sekaligus dengan upahnya bisa hampir Rp500 ribu. Sekarang satu nelayan bisa mendapatkan lima utas. Ini sangat membantu karena kondisi jaring yang lama sudah banyak yang rusak,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua Umum KONI Batam Dukung Kebangkitan Sektor Industri Olahraga

Ia menyebutkan, kebutuhan terhadap sarana tangkap tersebut memang cukup mendesak bagi nelayan. Karena dengan jaring baru aktivitas melaut nelayan lebih optimal.

“Kalau jaringnya masih baru, ikan lebih mudah masuk ke perangkap. Jadi kami berharap ini bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Memang sangat membutuhkan. Kalau membeli sendiri bukan berarti tidak mampu, tetapi masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi lebih dulu. Apalagi hasil tangkapan nelayan tidak menentu,” katanya.

Menurutnya, keberadaan aktivitas perusahaan dan kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan berdampingan apabila dibangun melalui komunikasi dan sinergi.

“Saya berpikir positif. Wilayah Kundur Barat ini juga tempat nelayan mencari ikan. Kalau semua bisa saling memahami, tidak saling mengganggu, dan punya itikad untuk membantu, seharusnya bisa saling bersinergi,” tuturnya.

Ia berharap dukungan yang diberikan PT TIMAH dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya sinergi antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Mudah-mudahan ke depannya perusahaan semakin maju sehingga bisa berkontribusi untuk negara dan masyarakat, sehingga kita bisa sama-sama mendapatkan manfaat,” harapnya. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Sionban Kapal Selam akan Dibangun di Natuna

Berita

Kapolsek Tualang Subuh Keliling di Masjid Ar Rahmat, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Advertorial

Menguatkan Generasi Qurani, PT TIMAH Salurkan Santunan untuk Tahfiz Al-Qur’an

Berita

DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif

Berita

Jadikan Lingkungan Yang Asri. Kapolsek Tualang Berikan Bibit Pohon Kepada Personil Yang Berulang Tahun

Berita

Berikan Ruang Bagi Masyarakat Untuk Berolahraga, Polsek Tualang Amankan CFD

Advertorial

Bangkit Dari Keterpurukan, Rumah Ayam Potong Afriani Mitra Binaan PT TIMAH Tbk Pelayanan Tepat Waktu dan Cepat

Berita

Musim Mudik Lebaran, Penggelaran Patroli Pemukiman Menjadi Perhatian Polda Riau.
error: Content is protected !!