class="wp-singular post-template-default single single-post postid-14447 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Nasional / Otomotif

Senin, 1 Januari 2018 - 12:26 WIB

Waspada Air Pasang Laut Fenomena Supermoon Awali Tahun Baru

LIPUTANKEPRI.COM,JAKARTA,-Waspada fenomena alam yang perlu jadi perhatian pada hari-hari awal tahun baru. Muncul Supermoon yang begitu indah namun akan menaikkan permukaan air laut.

“Mengawali tahun 2018, Supermoon akan bisa dinikmati pada 2 Januari 2018. Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi pada 2018, yaitu sejauh 356.565 km pada pukul 04.48 WIB,” demikian penjelasan tertulis Kepala Humas BMKG Harry Tirto, Senin (1/1/2018).

Lima jam berikutnya, yaitu pukul 09.24 WIB, bulan akan berada dalam puncak fase purnama. Sayang, saat puncak purnama tersebut, bulan sudah terbenam dari wilayah Indonesia. 

“Namun masyarakat juga sudah bisa mulai menikmatinya pada 1 Januari 2018 malam,” kata Harry.

Harry menjelaskan fenomena Supermoon merupakan fenomena astronomi yang alamiah biasa terjadi dengan selisih waktu terdekat antara bulan dalam fase purnama dan bulan berada di perigee (jarak terdekat dengan bumi) ini dikenal sebagai purnama perigee atau lebih dikenal sebagai Supermoon. 

Pada saat Supermoon ini, bulan akan tampak lebih besar 14 persen dan lebih terang sekitar 30 persen dari ukuran saat purnama biasa. Selain itu, purnama perigee kali ini menjadi Supermoon pembuka pada tiga rangkaian Supermoon yang berdekatan. Fenomena Supermoon kali ini biasa disebut dengan ‘fenomena trilogi Supermoon’. Trilogi Supermoon tersebut terjadi pada 3 Desember 2017, 2 Januari 2018, dan 30/31 Januari 2018.

“Adapun Supermoon berikutnya akan ditutup pada 30-31 Januari 2018. Pada 30 Januari 2018 pukul 16.56 WIB, bulan berada di perigeedengan jarak 358.993 km. Pada 29,5 jam berikutnya, yaitu pada 31 Januari 2018 pukul 20.26 WIB, bulan pun berada dalam puncak fase purnamanya,” kata Harry.

“Kejadian purnama perigee penutup dari tiga rangkaian Supermoon ini adalah yang banyak ditunggu karena pada saat tersebut terjadi pula peristiwa gerhana bulan total yang dapat diamati dari seluruh Indonesia dari awal malam hingga tengah malam. Terlebih, peristiwa totalitasnya akan terjadi selama 1 jam 16 menit, yang menyebabkan bulan akan berwarna merah,” sambungnya.

Harry mengingatkan, dampak fenomena Supermoon yang terjadi pada awal tahun dan akhir Januari 2018 adalah air pasang. 

“Masyarakat di sekitar pesisir pantai diimbau tetap waspada dan siaga terhadap peningkatan pasang air laut maksimum, yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir ROB (genangan air laut di daratan). Kondisi tersebut diprediksi terjadi pada 1-4 Januari 2018 dan 29 Januari hingga 2 Februari 2018,” kata Harry

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Singingi Hilir Tangkap Pelaku Tambang Emas Ilegal

Liputan Kriminal

Bawa 14 Kg Sabu,BNN Tembak Mati Warga Negara Malaysia

Karimun

Diduga Beresiko Penyakit, Puluhan Kilogram Bibit Sawi Asal Malaysia Diamankan Petugas

Ekonomi

Wakil Bupati Meranti Lantik 7 Pj. Kades, Harapkan Kades Mampu Ciptakan Kondusiftas dan Dapur Masyarakat Berasap Setiap Hari

Berita

Lettu Marinir TNI AL Asal Karimun Pimpin Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJY-182

Ekonomi

Aplikasi Tik Tok Resmi Di Blokir

Berita

Pasien Covid-19 Membludak, Walikota Tanjungpinang Tutup Aktivitas Gelper

Featured

Kejutan Caleg 2019, Aksi ‘Lompat Pagar’ hingga Calon Tak Terduga
error: Content is protected !!