Liputankepri.com,SELATPANJANG ,-Sebanyak 27 ekor Sapi di bagikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti di setiap 9 kecamatan yang ada untuk di rekomudasikan di mesjid -mesjid sapi tersebut telah rekomudasikan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti
Kegiatan peninjauwan tersebut,adalah persiapan hewan qurban Idul adha 1438 H Tahun 2017 akan datang terlihat dalam kunjungan itu, Asisten III Tengku Ahrial Asisten II Anuar Zainal serta,Kabak Hukum Sudanri,SH,Kabak Kestra Nazar,Kabak Humas Nasruni,Perwakilan Dinas Pertanian kasi produksi perternakan ikhwandi di lahar perternakan Desa Insit.
“sapi pemda meranti berlebel semua dan siap di salurkan kepada masyarakat Kepulauan Meranti,umur Sapi 2 tahun sehat serta berkualitas,”ujar Asisten III Tengku Ahrial di benarkan Kabak Kesra M. Nazar.
Kata Tengku Ahrial Kebutuhan sapi di Kepulauan Meranti menyambut Idul Adha 1438 H (2017 M) tidak sebanyak tahun 2016. Kalau tahun 2016 diperlukan lebih 400 ekor, untuk tahun ini hanya sekitar 300-an ekor namun pemda meranti menyumbangkan dari Dinas yang ada ikut berkorban hanya 27 ekor.ungkap Tengku Ahrial
“sapi yang sehat dan berkwalitas bagu,siap di qurbankan ini nantinya,di salurkan kepada masing-masing kecamatan dan untuk rekomundasikan kepada mesjid yang ada di Kota kita,”ujar dia
Masih Kata Tengku Ahrial kita sudah himbau semua SKPD dan Bagian Sekdakab agar bersama untuk berqurban namun hanya dapat 27 ekor yang ada tentunya dengan Sapi sebanyak ini kita harapkan tahun depan lebih banyak lagi nantinya.ucap dia
Kabak Kestara H.M Nazar Ketka di jumpai mengatakan. “kwalitas sapi yang pemda salurkan 27 ekor sapi berkwalitas,kita tidak salurkan secara menyeluruh ada bagian yang telah di tetapkan mana memperoleh bantuan sapi tersebut,”ucap Nazar
Informasi dari Dinas Pertenakan Kepulauan Meranti “Tahun ini kebutuhan sapi untuk Idul Adha agak menurun dibandingkan tahun lalu,” kata Ifwani di jumpai wartawan
Hasil pantauan di Lapangan, pada beberapa pengumpul (pedagang), sapi yang tersedia untuk diqurban lebih kurang 150 ekor. Kekurangan akan dicari kepada para petani (peternak) se Kepulauan Meranti nantinya
“Kebutuhan riil nya baru kita peroleh pada H-1 namun pemda meranti hanya 27 ekor untuk Perayaan Idul Adha. Sebab tim sedang mengunjungi desa-desa untuk mengetahui berapa kebutuhan di tiap Mushalla dan Masjid. Secara umum kebutuhan sapi menurun jika dibandingkan tahun lalu,” ungkap Ifwan
Nantinya, kata Ifwani, dalam mencukupi sapi di Kepulauan Meranti, akan dipasok dari beberapa daerah luar termasuk Sumbar. Namun, sapi bali yang berasal dari luar daerah Meranti tidak akan dibeli karena rentan terserang penyakit dan membawa penyakit yang bisa menjangkit ke sapi lain.
Banyak sapi mulai terserang penyakit sejak 2016 silam. Beberapa kabupaten di Riau yang mengalami antara lain Kabupaten Rohul, Kabupaten Siak, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Pelalawan. Sehingga, ada sekitar 4.000-an sapi dijual paksa (jual murah).
“Kita cepat antisipasi. Kita kirim surat ke desa, ke pedagang agar jangan tergiur dengan harga murah, beli seekor sapi gratis seekor. Alhamdulillah tidak masuk (sapi bali) ke Meranti,” kata Ifwani.
Dijelaskan Ifwani lagi, penyakit yang menyerang sapi hanya dalam hitungan jam menjangkit ke sapi yang lain. Sapi bali lebih rentan terkena penyakit mematikan tersebut. Guna memastikan sapi-sapi di Kepulauan Meranti bebas dari penyakit sebelum di kurban, dalam waktu dekat dinas akan turun langsung dan melakukan pengecekan.
“Kalau pengecekan, rutin kita laksanakan. Kita datangi pengumpul dan petani, kita periksa kesehatan sapi sebelum diantar ke masyarakat untuk diqurban,” kata Ifwani.(win)








