Kisruh Soal Relokasi Sementara Pedagang Ikan Pasar Tanjungbatu

- Jurnalis

Sabtu, 12 Mei 2018 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relokasi pedagang pasar ikan kelokasi ruas jalan atas parit area pelabuhan bongkar muat Tanjunbatu Kota.

Relokasi pedagang pasar ikan kelokasi ruas jalan atas parit area pelabuhan bongkar muat Tanjunbatu Kota.

LiputanKepri.com,Kundur – Rencana pemerintah kabupaten Karimun untuk membangun pasar rakyat terpadu dengan nilai kontrak Rp 15.070.242.000,-(Multiyer) dipasar ikan Tanjungbatu kota kecamatan Kundur serta merelokasi pedagang tersebut keatas parit sepanjang jalan pelabuhan Tanjungbatu sempat terjadi kekisruhan,Jum’at (11/5/2018)

Sempitnya area pasar sementara yang dibangun oleh pemerintah daerah yang berada diatas parit bekas kios lama yang sempat di bongkar oleh pemerintah daerah sebelumnya terkesan dipaksakan untuk membangun proyek pasar mulitiyer tersebut.bukan hanya itu,sopir lori angkutan bongkar muat pelabuhan yang biasanya parkir diarea ini juga mengeluhkan relokasi pasar sementara yang di programkan Pemkab Karimun

Hal ini disampaikan oleh Wahid selaku ketua pasar ikan kepada media ini,Jum’at (11/5) mengatakan,rencana pemerintah daerah untuk membangun pasar rakyat terpadu kecamatan Kundur harus dilakukan dengan pendekatan secara persuasif kepada kami sebagai pedagang ikan pasar disini,”jelas Wahid.

Pembangunan pasar yang memakan waktu sampai 660 hari kalender tersebut tentunya cukup lama bagi kami,nah disini peran pemda untuk menempatkan kami padegang ikan ini ketempat yang layak.

“Ini yang menjadi kekuatiran kami,tempat yang disediakan ukuranya sangat kecil entah siapa yang akan menempati kios sementara ini pun kami belum tau,”terang Wahid

Selain itu kata Wahid,yang menjadi persoalan adalah timbulnya kekuatiran oleh sejumlah pedagang ikan yang tidak mendapat fasilitas untuk menempati kios sementara tersebut.

Dirinya meminta pemerintah daerah melalui Perusda selaku perpanjangan tangan untuk memikirkan para pedagang yang sudah memiliki meja maupaun kios terlebih dahulu,jangan sampai ada pedagang baru yang diprioritaskan.

“Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari gejolak yang mungkin terjadi,jangan sampai niat baik pemerintah untuk membangun pasar tradisional dikundur menimbulkan pecah belah bagi para pedagang dan juga masyarakat yang mencari rezekii dipasar tersebut,”imbuh Wahid.

Camat Kundur Ery Novaljadinata saat melakukan rapat terbuka dengan sejumlah pedagang yang di selenggarakan di Balai Sri Gading meminta kepada para pedagang dan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kundur untuk bisa menerima dengan lapang dada agar pasar yang dibangun Pemkab Karimun bisa dimaklumi agar pembangunan tersebut dapat diselesaikan sesuai harapan kita bersama.

Ery Noval juga mengharap pasar yang dibangun tersebut dapat pergunakan selepas lebaran nanti,sehingga segala keluh kesah masyarakat yang selama ini bisa menjadi sebuah mimpi nyata untuk terciptanya pasar tradisional demi meningkatnya perekonomian masyarakat khususnya pedagang,” imbuh Ery

Senada juga disampaikan oleh Erwansyah selaku PPTK dari DPU kabupaten Karimun menyampaikan pada segenap pedagang yang hadir agar bisa menerima pembangunan tersebut disebapkan pembangunan pasar tradisional Kundur dibangun semata mata untuk kemaslahatan kita bersama.

Ditambahkan Erwansyah,dibangunnya pasar tradisional Kundur juga dilakukan berdasarkan dari usulan dan juga atas permintaan pedagang dan juga masyarakat,dengan demikian marilah kita bersama untuk dapat memaklumi segala yang menjadi niat baik Pemerintah Kabupaten Karimun,”harapnya

terpisah,Brawi salah satu sopir angkutan lori bongkar muat pelabuhan Tanjungbatu mengeluhkan kondisi jalan yang sempit untuk memarkirkan puluhan lori yang antri saat kegiatan bongkar muat di pelabuhan Tanjungbatu.

“Ini persolan yang kita hadapi saat kegiatan bongkar muat,kami sangat kesulitan untuk mencari tempat parkir,karena sampai saat ini belum ada solusi area parkiran buat kami,”jelasnya.

Bukan itu saja kata Brawi,kita kuatirkan sempitnya ruas jalan ini akan menyebabkan persoalan kecelakaan baik itu pengguna jalan maupun masyarakat yang lalu lalang berbelanja di area ini,”keluhnya.

Turut hadir dalam rapat terbuka Camat Kundur Ery Novaljanita,PPTK DPU Erwansyah,perwakilan kontraktor PT.Inco Sakti serta perwakilan pedagang pasar ikan Tanjungbatu.(Majid/Nas)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu
Apresiasi Prestasi Personel, Kapolres Karimun Tekankan Peningkatan Kinerja Pelayanan
Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria
Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia
Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:14 WIB

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Apresiasi Prestasi Personel, Kapolres Karimun Tekankan Peningkatan Kinerja Pelayanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:27 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Berita Terbaru

Advertorial

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu

Senin, 27 Jul 2026 - 12:14 WIB