class="wp-singular post-template-default single single-post postid-18610 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Featured / Karimun / Kepri

Rabu, 11 Juli 2018 - 20:10 WIB

KEK Pulau Asam Masih Terkendala Status Hutan

Liputankepri.com,Batam – Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Asam masih tetap on progress. Saat ini, progresnya tinggal menunggu pelepasan statusnya sebagai hutan produksi terbatas.

“Ada tim dari pemerintah yang datang meninjau status hutan di Pulau Asam yang berstatus pinjam pakai,” kata Bos Panbil Group Johannes Kennedy usai Peringatan Ulang Tahun Amerika ke-242 di Hotel Best Western Premiere (BWP) Batam, Selasa (10/7).

Panbil Group yang akan mengubah wajah Pulau Asam menjadi sentral ekonomi di Karimun. Kennedy meyakini setelah tim dari pemerintah pusat selesai dengan pekerjaannya di Karimun, maka mereka akan membuat laporan.

“Selama ini terkendala di status hutannya. Status KEK bisa diberikan jika status lahannya clean and clear. Setelah tim itu turun dan buat laporan, maka dalam waktu seminggu hingga dua minggu, status hutan di Pulau Asam akan clean and clear,” ucapnya.

Ia mengatkaan sudah ada investor yang berminat menanamkan modalnya di Karimun. Untuk tahap awal, kemungkinan modal yang akan diinvestasikan mencapai 1 miliar Dolar Amerika. Mereka ingin membangun tanki minyak dengan kapasitas 4 juta kubik meter.

Baca Juga :  DPW LMB Gelar Halalbihalal Bersama Warga Kepri

“Dengan begitu, maka akan bisa memperkuat daya tampung energi Kepri. Karena selama ini kita masih banyak membeli dari Singapura dan sebagian besarnya lagi dari Jawa dan Sumatera,” ucapnya.

Disamping itu, Panbil Group juga akan berkonsorsium dengan Pelindo dan Adi Karya untuk membangun pelabuhan di Pulau Karimun.”Pelabuhan ini akan melayani pelayaran domestik dan internasional,” paparnya.

Dalam acara Ulang Tahun Amerika ke-242 ini, Kennedy juga berupaya merayu pihak Kedutaan Besar Amerika agar mampu mengajak investor dari negara adidaya ini untuk menanamkan modalnya dalam investasi di Pulau Asam.

“Kami tawarkan ke Dubes karena ingin Amerika ada perannya. Tapi memang agak sulit dapat pengusaha dari sana. Mereka lebih tertarik ke sektor migas dan sedikit ada yang sudah mulai ke resort. Namun secara keseluruhan peran pengusaha Amerika masih kecil di Batam,” terangnya.

Baca Juga :  Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Ikut Mendaftar Caleg

Untuk kategori investor yang paling berminat terhadap proyek ini datang dari China.”Mereka berminat terhadap seluruh lini usaha, mulai dari infrastruktur, elektronik dan lainnya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Duta Besar Amerika Joseph R Donovan Jr mengungkapkan tertarik untuk berinvestasi di Kepri. Tapi ia mengutarakan ketertarikannya untuk melibatkan Amerika dalam investasi sektor energi.

“Saya melihat banyak sekali peluang investasi dari Amerika Serikat di berbagai sektor disini seperti energi, teknologi dan penerbangan,” jelasnya.

Donovan juga sudah berdiskusi dengan kalangan pengusaha untuk mempelajari kesempatan dan tantangan dalam dunia usaha di Kepri. Makanya ia menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Cinderella from Indonesia Centre (CIFC) dan juga studio animasi Infinite Studio.***

 

Share :

Baca Juga

Berita

Kepala BP Batam Buka Kejurnas Road Race and Mountain Bike 2024

Batam

Tiga anggota DPRD Batam positif virus corona

Batam

Humas BP Batam Terima Kunjungan Tim Ekskul Jurnalistik SMA IT Imam Syafi’i

Featured

Kapolsek Tambang Apresiasi Setinggi-tingginya Kepada Masyarakat Kecamatan Kampa dan Tambang, Kenapa? 

Featured

Ketua GWI Minta KPK Usut Dugaan Penyimpangan Pengelolan Angaran Usaha Sapi BUMD Meranti

Berita

Bupati Karimun Hadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Karimun

Batam

Rudi Bersama Fokompinda Latihan Menembak di Mako Yonif 10/SBY

Batam

Korban Yang Mengapung di Waduk Sei Ladi Identitasnya Terekam di Kantor Disdukcapil Batam
error: Content is protected !!