class="wp-singular post-template-default single single-post postid-20100 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Liputan Kriminal / Nasional / Riau

Minggu, 9 September 2018 - 06:56 WIB

Polda Riau periksa UAS sebagai saksi korban penghinaan

LIPUTANKEPRI.COM,PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau melakukan pemeriksaan terhadap Ustad Abdul Somad sebagai saksi korban atas kasus dugaan penghinaan terhadapnya diduga dilakukan atas nama akun media sosial facebook berinisial JB.

“Alhamdulillah, hari ini UAS sudah memberikan keterangannya pada Penyidik atas dugaan tindak pidana penghinaan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akun facebook JB,” kata Ketua Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin, di Pekanbaru, Sabtu

Menurutnya, pemeriksaan berjalan lancar dengan ada sekitar 10 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada UAS. Semua pertanyaan itu, kata Zulkarnain dijawab baik, lengkap, dan lancar oleh UAS.

Selama pemeriksaan, lanjutnya, UAS didampingi dirinya dan tiga advokat lainnya yakni Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto. Turut mendampingi juga Ketua Bidang Agama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Gamal Abdul Nasir

Selain itu, kata dia, juga ada pemeriksaan terhadap tiga atau empat saksi lain pada Sabtu ini, di antaranya ada dari Front Pembela Islam Kota Pekanbaru dan juga dari media massa.

Atas pemeriksaan ini, dia mengapresiasi penyidik Polda Riau karena prosesnya cepat sekali sejak dilaporkan Kamis (6/9) lalu. Ini, katanya sesuai asas yang tertera di Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana yakni asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman,” ujar dia lagi.

Dia berharap pelaku dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS menjadi tersakiti dan tidak nyaman, yakni sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.

Sebelumnya, terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap UAS dengan narasi keturunan dajjal. Dia lalu dibawa ke Riau pada Rabu (5/9) malam oleh FPI Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Karena kasus ini delik aduan, LAM melalui LBH yang diketuai Zulkarnain Nurdin mengambil langkah melaporkan terduga pelaku penghinaan tersebut.

Lembaga itu merasa berkepentingan karena UAS juga merupakan pengurus Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, apalagi sudah bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

(Sumber: Antara)

Share :

Baca Juga

Berita

Kebijakan Special Border Treatment Meranti–Malaysia Masuki Tahap Pembahasan Regulasi dan Konsep

Ekonomi

Pulau Setunak Bersolek, Makin Mandiri dengan Sentuhan PT Timah Tbk 

Nasional

Waspada Air Pasang Laut Fenomena Supermoon Awali Tahun Baru

Ekonomi

Rizki Hidayat : Tegaskan Event Perang Air Bukan Ritual Agama

Berita

Bertemu dengan Anis Baswedan, Dokter Milenial Meranti Ini Bergabung ke NasDem

Kep Meranti

Breaking News Update : Ribuan Tubuh Mungil Ikuti Acara HUT IGTKIKe 67

Berita

Pembangunan Jalan Kecamatan Belat Diresmikan

Kep Meranti

Kapolda Riau Copot Kapolsek Teluk Meranti
error: Content is protected !!