Bengkalis, liputan kepri.com – Usaha sablon konvensional , ternyata mampu bertahan ditengah era yang serba digital. Beberapa konsumen meyakini, bahwa sablon manual lebih awet, warta tak cepat memudar serta tahan lama.
Rizal(49 Tahun), asal Kel.Rimbasekampung Bengkalis, pemilik usaha sablon manual di Kebun Kapas yang warung produksinya diberi nama RESBHA JAYA, sudah menekuni selama 21tahun lebih.
Dengan mempekerjakan 2 karyawan, dirinya mengaku enggan beralih ke sablon digital, karena basis pelanggannya merasa puas dengan hasil cetakan sablon manual.
Masih menurut Rizal, dengan menggunakan tinta warna plastisol thailand masih diminati, dikarenakan hasilnya yang lebih menarik. Tinta plastisol mempunyai kualitas yang sangat baik, kuat dan tidak mudah pudar.
Jika dikenakan kepada kaos, sablonnya akan tahan lama, warnanya lembut dan tidak mencolok, permukaan kaos tetap lembut dan aman dicuci dengan sering dan dikeringkan dengan mesin pengering. Untuk bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sablon kaos didapatkan dari Pekan Baru dan Medan.
Dengan pemasaran memanfaatkan media sosial, pemesan banyak datang dari lokal kota Bengkalis, sedangkan dari luar Pulau Bengkalis seperti Bandul dan Bukit batu.
Saat ini, Rizal memperluas usahanya, selain sablon kaos manual, juga melayani pembuatan bendera umbul umbul. Selanjutnya diharapkan pihak terkait di Bengkalis dengan Dana bermasa dapat membantu memfasilitasi usahanya, utamanya akses permodalan. (Safrizal)








