class="wp-singular post-template-default single single-post postid-2745 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Featured

Minggu, 20 November 2016 - 11:10 WIB

Isu Penarikan Uang Besar-besaran, Ini Imbauan Bankir

Liputankepri.com – Beredar isu melalui media sosial akan ada penarikan uang besar-besaran (rush money) pada 25 November 2016. Namun pernyataan ini dipastikan Bank Indonesia tidak akan terjadi.

Untuk mendukung pernyataan Bank Indonesia, Ketua Himpunan Bank-bank Negara (HIMBARA) Asmawi Syam mengungkapkan dirinya meminta kepada seluruh pegawai bank untuk memberikan informasi mengenai isu tersebut ke para nasabahnya.

“‎Kita sudah sampaikan semua bahwa layani masyarakat sebaik-baiknya, kemudian berikan informasi sebanyak-banyaknya dan sampaikan data yang setransparan mungkin,” kata Asmawi seperti ditulis, Sabtu (19/11/2016).

Namun demikian, juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu tersebut. Menurutnya, saat ini kondisi ekonomi Indonesia sangat bagus. Di sisi lain, liquiditas perbankan juga melimpah, sehingga tidak ada alasan untuk adanya aksi tersebut.

‎”Kita buka, kita transparan, seperti bank-bank yang sudah IPO-itu kan transparan ke pasar modal, sehingga dengan demikian kita justru berharap masyarakat ini tidak terpengaruh, apalagi percaya,” papar Asmawi.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengaku isu penarikan uang besar-besaran dari bank yang disebarkan melalui media sosial merupakan aksi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sri Mulyani mengungkapkan, jika itu dilakukan justru akan mengganggu kestabilan ekonomi Indonesia, yang secara langsung akan berdampak langsung ke masyarakat itu sendiri. Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat untuk tidak terhasut.

 “Masyarakat kan tahu bahwa apa perbankan dan uang yang ada di bank itu aman. Buat mereka untuk menjaga seluruh uangnya mereka sendiri maka tindakan yang bisa merusak perbankan itu sebenarnya akan merusak kepentingan masyarakat sendiri,” ujar Sri Mulyani di Istana Kepresidenan.‎

Dijelaskan Sri Mulyani, eksistensi perbankan dalam menjaga kestabilan sektor keuangan menjadi sangat penting. Dengan sektor keuangan yang stabil, hal ini bisa menjadi modal untuk menciptakan lapangan kerja dalam suatu negara.

Adapun dengan adanya lapangan kerja yang terus bertambah, hal ini akan mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu, aksi rush money yang disebarluaskan tersebut justru akan merusak ekonomi negara itu sendiri.**‎

Share :

Baca Juga

Bintan

LSM P2KN Provinsi Kepri Bahas Soal Dampak KEK dan FTZ

Featured

Should You Use an Essay Writer Service?

Batam

Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Keliru Soal Sengketa BCC

Featured

Masyarakat Pertanyakan Proyek Diduga Siluman di Kecamatan Panti Pasaman

Featured

Tes Perdana Nanti Akan Menjadi Momen Penting Karir Lorenzo Bersama Ducati

Ekonomi

Bupati Karimun Resmikan Pasar Mutiara Tanjung Batu Kundur

Featured

Satnarkoba Polres Tanjungpinang Ringkus Pengedar Sabu

Featured

Aksi Peretasan Meningkat, Pemerintah Diminta Waspada
error: Content is protected !!