Dua Kapal Raksasa Tangkapan Bakamla Dipindahkan ke Perairan Kabil

- Jurnalis

Jumat, 29 Januari 2021 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Dua kapal tangkapan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang lego jangkar di perairan Batuampar, akhirnya dipindahkan ke perairan Kabil.

Hal ini dibenarkan Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

Humas KSOP Khusus Batam, Anina Solmidas, mengatakan, padanya aktifitas di perairan Batuampar membuat dua kapal berukuran raksasa itu dipindahkan ke perairan Kabil.

Saat ini KSOP Batam sudah berkordinasi dengan Bakamla RI untuk penetapan lokasi lego kapal selama proses pemeriksaan.

”Dini hari sudah tiba di Batam, lego di perairan Batu Ampar. Namun karena padat, kapal itu akan digeser ke perairan Kabil,”
ujarnya seperti yang dilansir laman Batam Pos.

Seperti diketahui, dua kapal MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama itu akan segera menjalani pemeriksaan tim gabungan, hanya saja Bakamla masih sedang menentukan tim investigasi.

”KSOP kita siap bersinergi dan mendukung instansi terkait,” kata Aina.

Bakamla mulai melakukan investigasi terhadap dua kapal berjenis motor tanker (MT) Horse dan Freya berbendera Iran dan Panama di Batam.

Kedua kapal asing ini diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak.

Investigasi melibatkan Bakamla, Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, TNI AL, dan Polisi,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga :  Bakamla Kerahkan Dua Kapal Patroli di Perairan Laut Natuna Utara

Menurut dia, kedua kapal yang melakukan aksi ilegalnya pada Minggu (24/1/2021) itu telah dilegokan di perairan Batuampar, Batam sejak Rabu dini hari (27/1/2021) dalam keadaan aman.

Dua Kapal Negara (KN) Pulau Marore dan KN Belut Laut  mengawasi kedua super tanker asing itu dengan lego jangkar.

”Informasi situasi dan perkembangan MT Horse dan MT Freya. kedua kapal telah dilegokan diperairan Batuampar pada dini dalam keadaan aman,” ujarnya.

Menurut dia, tim investigasi dari sejumlah unsur kementerian dan lembaga akan langsung menggelar pemeriksaan terhadap kedua kapal seluruh aspek berdasarkan kewenangan masing-masing.

”Tim investigasi gabungan sedang menyiapkan berbagai aspek teknis untuk pelaksanaan investigasi,” paparnya.

Sebelumnya, kapal MT Horse berbendera Iran dan MT Frea berbendera Panama dikawal ketat tim gabungan patroli TNI AL dan kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menuju perairan Batam.

Ada dua kapal KRI, KN. Pulau Marore – 322 dan KN Belut Laut- 406 dan satu Helikopter TNI AL mengawal iringan sedang
melalui perairan Natuna dua kapal ’raksasa’ itu menuju Batam guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bakamla RI Halau Kapal Pengawas Perikanan Milik Vietnam

Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla RI Wisnu Pramandita mengatakan dua kapal tanker itu direncanakan akan disandarkan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Rabu (26/1/2021)
pagi.

Sebelumnya Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan dua kapal berjenis motor tanker (MT) yang diduga melakukan transfer bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Minggu (24/1/2021) pagi.

Proses pengamanan tersebut dilakukan saat KN Marore 322
dikomandani Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto sedang melaksanakan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri Trisula-I/21.

Ia mengungkapkan peristiwa penangkapan itu bermula saat kapal Bakamla melaksanakan patroli, pukul 05.30 WIB pagi yang dilakukan kapal patroli KN Marore-322 dan berhasil mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi AIS dimatikan pada baringan jarak yang saling berdekatan.

Dua unit kapal asing yang terbukti melakukan pelanggaran itu dikawal kapal patroli KN Marore-322 lengkap dengan personil persenjataan.

Saat dilakukan pemeriksaan, kapal melakukan pelanggaran ship to ship secara ilegal dan pencemaran lingkungan.

Tidak hanya itu, kedua kapal asing ini telah menyembunyikan
identitas dengan mematikan AIS, menutup nama dan tidak mengibarkan bendera.

Selanjutnya dua kapal asing ini Lego diperairan tertorial tanpa ada ijin.(jpg)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru