Natuna – Wabup Natuna Rodial Huda, sentil arsitektur pembagunan perpustakaan “Natuna Membaca”, sesuaikan kondisi geografis alam di Natuna Utara.
Hal ini disampaikan saat memantau secara langsung kondisi perpustakaan yang di bangun melalaui program bertajuk “Literasi Digital” (PPI) Tiongkok di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulawan Riau (Kepri), Sabtu (18/12/2021) kemaren.
Merutnya Rodial Huda, kondisi alam Natuna berbeda dengan daerah lain, di harapkan pembangunan harus di perhatikan dengan kondisi alam di Natuna.
Menurutnya, arsitektur pembangunan di daerah lain belum tentu cocok di bawa ke tempat kita, dan sebaliknya arsitektur pembagunan tempat kita belum tentu cocok di bangun daerah lain.
“Jika di musim utara kondisi angin sangat kencang, di kawatirkan kondisi buku bacaan basah di karenakan tempias oleh air hujan,” ungkap Rodial.
Rodial Huda lanjutnya, daerah tropis harus sesuai dengan kondisi tropisnya, seperti daerah kita yang banyak udara segar itu tidak perlu bangunan ber AC.
“Seperti belanda-belanda dulu kalau daerah tropis pembangunannya memilki jendela yang besar-besar, tidak perlu pakai AC,” terangnya.
Lanjutnya, kondisi daerah kita masih segar, apalagi perpustakaan harus di desain supaya orang-orang betah untuk membaca bukunya di dalamnya, sebenarnya sudah pas, karna kondisi musim utara jadi mengalami tempias, di harapkan ada tirai yang bisa menghalangi angin dan air hujan yang terbuat dari berbahan bambu.
“Sebenarnya sudah pas, karna kondisi musim utara jadi mengalami tempias, di harapkan di kasih tirai yang berbahan dari bambu,” harap Rodial Huda.**








