Natuna – Mengantre berjam -jam untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat yang berada jauh dari pusat kota, pedagang enceran hanya memperoleh satu kotak minyak goreng untuk dua belas Kepala Keluarga.
Hal ini di katakan oleh Andri salah seorang pedangan kelontong yang berada di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Senin (21/03/2022).
Hampir tiga pekan kelangkaan minyak goreng di toko kelontong miliknya, membuat ia berusaha mencari minyak goreng di toko yang berada di pusat Ranai Kota, untuk mengantre minyak goreng yang baru saja tiba di Kabupaten Natuna.
“Hampir tiga pekan, minyak goreng kosong, pas mengantre untuk peroleh minyak goreng, hanya peroleh satu dus minyak goreng yang berukuran 900ml.” ujar Andari.
Masih kata Andri, dengan kelangkaan minyak goreng tiga pekan ini, membuat warga pengadah berebut membeli minyak goreng yang baru saja ia bawa dari Ranai, ia mengatakan, warga hanya memperoleh satu bungkus minyak goreng per Kepala Keluarga (KK) dengan harga per bungkusnya Rp.15 ribu.
“Baru saja saya sampai warga sudah nganteri untuk peroleh minyak goreng, sekarang sudah habis, saya jual Rp.15 ribu per bugkus, dan hanya bisa di jual kepada dua belas (KK) “terangnya.
Masih kata Andri, kedatang minyak goreng di Natuna sebanyak 21 ton tersebut masih belum memenuhi kebutuhan pedagang enceran yang berada jauh dari Kabupaten Natuna, semoga kami sebagai pedagang enceran yang jauh dari pusat kota bisa secepatnya di salurkan agar kelangkaan minyak goreng di Desa Pengadah teratasi, mengingat kebutuhan minyak goreng sangat di perlukan bagi warga setempat.
“Besok saya ke Ranai Kota lagi untuk mencari minyak goreng, agar kebutuhan minyak goreng di Desa Pengadah teratasi,” tutupnya.
Dikesempatan yang sama H.Yarnita, salah seorang pedagang kelontong yang berada di Desa Pengadah mengatakan, beberapa pekan ini toko nya juga mengalami kelangkaan minyak goreng dan sampai hari ini, belum ada kepastian kapan dirinya memperoleh minyak goreng untuk bisa di jual ke masyarakat.
“Tadi siang saya cari minyak goreng di tempat biasa saya belanja belum ada jual, yang ada hanya enceran dua bungkus untuk di konsumsi saja,”terang Yarnita.**








