PN Batam Ancam Abubakar Hukuman Mati

- Jurnalis

Rabu, 22 Juni 2016 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Batam – Abubakar bin Ibrahim, terdakwa kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 849 gram, hanya tertunduk lesu saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam pada sore ini.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik didampingi dua hakim anggota masing-masing Endi Nurindra Putra dan Ega Novita.

Dalam keterangannya, terdakwa Abubakar bin Ibrahim mengatakan bahwa ia mendapat barang haram tersebut dari seorang bernama Muhammad Ali, bandar besar di daerah Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Di hadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frihesti, terdakwa mengatakan sabu tersebut dibeli seharga Rp200 juta dengan sistem pembayaran tunai. Ia juga melanjutkan, setelah membeli barang haram itu, kemudian dijual lagi ke terdakwa Azizul Syam (dituntut terpisah) sebanyak dua kali seharga Rp5 juta. Sementara yang kedua dijual Rp5,6 juta.

“Sudah dua kali saya menjual sabu, yang saya beli dari Muhammad Ali (DPO), kepada Azizul Syam seharga Rp5 juta dan Rp5,6 juta,” ujar Abubakar, Rabu (22/6/2016) sore.

Atas perbuatannya, terdakwa Abubakar didakwa telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana selama 20 tahun atau pidana penjara seumur hidup bahkan hukuman mati.

Usai mendengar keterangan terdakwa, Ketua Majelis Hakim Tiwik kemudian menunda persidangan. Ia menyatakan persidangan akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pembacaan surat tuntutan oleh JPU.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Abubakar bin Ibrahim merupakan salah satu bandar besar yang sering beroperasi di wilayah Batam. Tertangkapnya Abubakar merupakan hasil pengembangan dari Azizul Syam yang terlebih dahulu tertangkap oleh polisi, karena mereka adalah rekan bisnis dalam menjual barang haram tersebut. (Ari/lk)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu
Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan
Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
Panglima Harian Majelis Pimpinan Pusat Kunker ke LMBN Nusantara Batam
Tim OVER Juara Kapolres Cup Mobile Legends, Siap Wakili Kep. Meranti ke Polda Riau
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:14 WIB

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:42 WIB

Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:49 WIB

Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi

Berita Terbaru