class="wp-singular post-template-default single single-post postid-9619 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Featured / Tekno

Minggu, 16 Juli 2017 - 09:08 WIB

Pemerintah Luncurkan Peta Baru NKRI

Liputankepri.com,Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman meluncurkan peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baru. Peta baru tersebut lebih menitikberatkan pada perbatasan laut Indonesia dengan negara lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, mengatakan, ada beberapa hal baru yang menyebabkan peta NKRI harus diperbaharui.

“Pertama, ada perjanjian perbatasan laut teritorial yang sudah berlaku yakni antara Indonesia-Singapura sisi barat dan sisi timur, serta perjanjian batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan Filipina yang sudah disepakati bersama dan sudah diratifikasi sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi akan berlaku,” ujar Havas seperti dikutip dalam laman Setkab.go.id, Sabtu (15/7/2017).

Kedua, terang Havas, adanya keputusan arbitrase Filipina dan Tiongkok yang memberikan yurisprudensi hukum internasional bahwa pulau yang kecil atau karang yang kecil yang ada di tengah laut yang tidak bisa menyokong kehidupan manusia tidak memiliki hak ZEE 200 mil laut dan landas kontinen. Sehingga ada beberapa pulau kecil milik negara tetangga Indonesia yang hanya diberikan batas teritorial 12 mil laut.

“Berikutnya, kita perbarui kolom laut di utara natuna,” tutur dia.  Selain itu, menurut Havas, pemerintah ingin mempertegas klaim di Selat Malaka  dengan melakukan simplifikasi klaim garis batas untuk mempermudah penegakan hukum.

Kemudian, di kawasan dekat perbatasan Singapura sudah ada garis batas yang jelas.”Dengan posisi tersebut, maka peta perlu diupdate sehingga aparat keamanan dan penegak hukum dari TNI AL, Bea Cukai, KPLP, akan mudah melakukan patroli di sana karena sudah jelas,” imbuh dia.

Dalam hal ini, Havas mengaku kementerian dan lembaga terkait telah melakukan pertemuan internal selama enam kali sejak tahun 2016.

Sementara itu, terkait dengan belum selesainya beberapa segmen batas maritim dengan negara tetangga, deputi yang juga pakar hukum laut internasional tersebut mengatakan bahwa pemerintah RI akan segera menyelesaikannya.

“Kita siap menyelesaikannya melalui perundingan sesuai dengan UNCLOS 1982,” tegas dia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia tetap melakukan patroli rutin, guna menguatkan keberadaan Negara di kawasan yang menjadi klaim Indonesia.***

 

 

 

Source; Kompas.com

 

Share :

Baca Juga

Featured

Korban Dugaan Penipuan Jual Beli Lahan Akhirnya di Laporkan ke Polisi

Ekonomi

Wabup Meranti Ingatkan Masyarakat Bahaya Kabut Asap dan Sanksi Buang Sampah Sembarangan

Featured

Breaking News !!! Kapal Muatan Kayu Di Kabarkan Karam Di Hempas Ombak

Batam

Bakamla RI Halau Kapal Pengawas Perikanan Milik Vietnam

Featured

42 Klub bermain di Turnamen Sepakbola  Setangkai Cup II, Stah Ahli Bupati : Mari bangun Komunikasi Pemuda Melalui Olahraga

Ekonomi

Yasonna Laoly: Iklim Investasi Batam Tidak Kondusif

Featured

Rangkaian Acara Pisah Sambut Kapolres Kampar Berlangsung Khidmat dan Haru

Featured

Ketua Umum IWO Resmi Melantik IWO Provinsi Sumsel
error: Content is protected !!