banner 200x200

Home / Featured / Gaya Hidup

Jumat, 25 November 2016 - 19:24 WIB

Anak Terlahir dari Perkawinan Campur? Seperti Ini Keuntungannya

Liputankepri.com –Memiliki orangtua dari negara yang berbeda menjadi keuntungan tersendiri bagi anak-anak pernikahan campuran. Selain kaya bahasa, anak-anak juga memperoleh keuntungan di luar itu.

“Keuntungannya banyak, anak bisa tinggal di Indonesia atau di luar negeri. Entah itu negara asal ibunya atau ayahnya. Sekolah pun demikian,” ucap Dea Astarini, anggota komunitas Masyarakat Pernikahan Campuran Indonesia saat ditemui Okezone di Kawasan Kemang Jakarta Selatan, Kamis 24 November 2016.

Dea yang merupakan istri dari suami berkebangsaan Australia menyebut bahwa anaknya yang berusi 3 tahun tidak perlu membuat passport jika ingin ke negara ayahnya. Namun, hanya butuh dilaporkan saja.

Baca Juga :  KPPBC menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

“Untuk ke Eropa juga anak tak perlu dibuatkan visa, jadi hanya didaftarkan saja. Saya dan anak jadi mudah pergi untuk liburan. Karena mengurus visa ‘kan lama,” cetusnya.

Selain itu anak juga kaya budaya. Sebab, ia belajar dari ayah dan ibunya yang berbeda kebiasaan. Kalau biasanya anak lain harus menunggu besar untuk belajar budaya lain, anak-anak pernikahan campuran langsung belajar sejak dini.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Serahkan Alat Tangkap Perikanan Untuk Nelayan Kota Batam

“Anak juga punya banyak kerabat. Keluarganya berasal dari keluarga ibu dan ayah dari beda negara, begitupun teman,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Batam

Indikasi Pemohon TKI Non Prosedural,Imigrasi Tunda Penerbitan 153 Paspor

Gaya Hidup

Tahun Depan Pemkab Karimun Tidak Menerima Calon ASN

Gaya Hidup

Pantai Batu Limau, Wisata Unik yang Melegenda Milik Karimun

Featured

Polres Karimun Gelar Focus Group Discussion (FGD) Trun Back Hoax

Featured

Warga Di Gegerkan Penemuan Mayat Di Dalam Rumah

Featured

Hari Bhayangkara ke- 77 Polres Kampar, Sinergitas Amankan Pemilu 2024

Featured

Heboh,Ditemukan Sosok Mayat Warga Selatpanjang

Featured

Wiryanto: Kita Ajukan Permohonan Peninjauan Kembali (PK)
%d blogger menyukai ini: