Benarkah Vagina Kesat dan Ketat Bikin Seks Lebih Nikmat?

- Jurnalis

Jumat, 16 Februari 2018 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com  – Apa yang terlintas di kepala saat ditanya faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan di ranjang? Siapa orang yang diajak berhubungan seks, relasi macam apa yang terjalin, manuver yang dilancarkan, atau bagaimana bentuk tubuh dan ukuran organ seksual pasangan?

Orang sering menyangka bahwa mereka yang berpenis besar atau panjang bisa lebih memuaskan pasangannya. Di lain sisi, iklan-iklan produk pengencang dan pembuat kesat vagina gampang ditemukan di mana-mana, untuk alasan kepuasan seksual pasangan pula.

Ada yang memandang, ukuran vagina berpengaruh terhadap kenikmatan yang didapatkan saat bercinta. Namun, sebagian pihak menolak anggapan ini. Christine O’Connor, ginekolog di Mercy Medical Center, Baltimore, menyatakan dalam artikel bertajuk “Does Vagina Size Matter” di WebMD bahwa bagi perempuan, urusan kepuasan seksual lebih didorong oleh lubrikasi dan rangsangan serta hubungan yang baik dengan partner.

Tidak semua perempuan mudah terangsang dan mengeluarkan cairan vagina—yang dibutuhkan untuk kenyamanan bercinta. Ini dapat dikarenakan oleh kondisi psikologisnya yang tidak siap untuk berhubungan badan, entah karena stres, khawatir, atau tegang.

Saat kering, gesekan yang terjadi akibat penetrasi akan membuat vagina nyeri, bahkan terluka. Namun ironisnya, berkembang asumsi yang justru mendatangkan risiko semacam ini: semakin kesat dan ketat vagina, makin nikmat hubungan seks yang dilakukan. Dalam studi Hull & Budiharsana (2001), aktivitas seks yang melibatkan vagina kering disebut dry sex. Menurut mereka, di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sebagaimana sub-sahara Afrika, dry sex kerap dilakukan.

Sebagian perempuan terobsesi dengan stereotip seks menyenangkan adalah seks dengan mereka yang bervagina sempit dan kesat, terobsesi dikatakan seperti perawan—yang definisinya dikerucutkan hanya seputar keutuhan selaput dara.

Ada asumsi bahwa seks setelah perempuan melahirkan tidak lagi membawa kenikmatan yang sama bagi pasangannya karena mulut vaginanya melonggar. Selain melahirkan, faktor lain yang konon membuat vagina berubah adalah seringnya berhubungan seks.

Padahal, menurut terapis seks dan penggagas LovelogyUniversity.com, Dr. Ava Cadell, normal saja jika liang vagina melonggar. Tetapi seiring waktu, ia akan kembali ke ukuran normal berapa pun usia perempuan tersebut. Mulut vagina adalah bagian tubuh yang elastis, demikian disampaikan oleh Debby Herbenick, Ph.D., associate professor dari Indiana University dan penulis The Coregasm Workout.

“Vagina tidak berubah bentuk atau ukurannya gara-gara sedikit atau banyaknya hubungan seks yang dia lakukan. Vagina juga tidak berubah akibat ukuran penis pasangan yang dipenetrasi ke dalamnya,” ungkap Herbernick. Kunci vagina kencang sebenarnya adalah rajin melakukan senam kegel.

Benarkah Vagina Kesat dan Ketat Bikin Seks Lebih Nikmat?

Saking besarnya propaganda tentang vagina ideal yang konon bisa memberi kenikmatan seksual lebih buat laki-laki, macam-macam jamu pun bermunculan dengan menggadang-gadang khasiat mampu merapatkan atau membuat kesat vagina. Hull & Budiharsana juga menyatakan, di beberapa kota di Indonesia, perempuan menggunakan tongkat putih yang dimasukkan ke dalam vaginanya. Konon, ramuan tradisional ini mampu mengesatkan dan mengetatkan vagina. Selain ramuan tradisional, ada pula tindakan medis seperti labiaplasty yang dibilang dapat mempercantik genitalia perempuan.

Tirto menanyai dua laki-laki soal ukuran vagina pasangan dan kepuasan seksual yang mereka dapatkan. Laki-laki pertama, Danang (24), bukan nama sebenarnya, mengatakan bahwa yang memuaskan dirinya bukanlah bentuk atau ukuran kelamin pasangannya, melainkan kemampuan beraksi pasangan di ranjang. Lain lagi dengan pendapat Joni (32), bukan nama sebenarnya, “Saya nggak begitu melihat faktor fisik, tetapi apakah saya dan dia sama-sama nyaman atau tidak. Biasanya kalau ngobrol sama seseorang dan dia membuat saya kagum dengan cara pikirnya, saya bisa terangsang.”

Lebih lanjut mengenai anggapan vagina kesat membuat seks lebih nikmat, Danang tidak mengamini hal ini, “Bagi saya justru malah dry sex itu lebih nggak enak. Kasihan pasangan saya, karena pasti hal itu membuat dia nggak nyaman secara fisik.”

Kepedulian terhadap kenikmatan seksual perempuan—yang acap kali luput dari perbincangan publik—juga ditekankan dalam hasil penelitian Braun dan Kitzinger (2001). Mereka berargumen, konstruksi ukuran vagina sebagai citra tubuh ideal merupakan hal problematis. Pasalnya, hal ini dipakai untuk mengontrol dan menekan perempuan. Suburnya konstruksi ini disokong juga oleh minimnya pengetahuan perempuan tentang organ seksual mereka sendiri.***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo
Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing
Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada
Sempat Kejar-kejaran Menuju Malaysia, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 PMI Ilegal di Perairan Karimun
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Ketua DPD AKPERSI Kepri Kecam Keras Soal Intimidasi Pers di Karimun
Polsek Kerinci Kanan Gulung Jaringan Narkoba, Kurir dan Bandar Berhasil Diringkus
Viral Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol Bogor, BMKG : Fenomena Optik Atmosfer
27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:04 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:02 WIB

Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:21 WIB

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB

Sempat Kejar-kejaran Menuju Malaysia, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 PMI Ilegal di Perairan Karimun

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:12 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Ketua DPD AKPERSI Kepri Kecam Keras Soal Intimidasi Pers di Karimun

Berita Terbaru