Natuna – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Natuna menggelar kegiatan diseminasi audit kasus stunting.
Kegiatan berlangsung di Gedung Organisasi Wanita (GOW), Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (7/11/2022) sore.
Bupati Natuna, Wan Siswandi, dalam sambutannya mengatakan, diseminasi audit kasus stunting ini sangat positif. Ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menekan angka stunting di Natuna.

“Secara Nasional, pada tahun 2024 mendatang kasus stunting Natuna ditargetkan pada angka 24 persen,” kata Siswandi.

Siswandi berharap, setelah hasil dari diseminasi audit stunting ini didapat, jangan dijadikan untuk laporan saja, tetapi harus ditindaklanjuti secara tim.

“Apapun kendala yang ditemukan harus ditindaklanjuti. Semua pihak harus mendukung, ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Kalau kerjanya secara tim jangankan 24 persen target pada 2024, 10 persen pun Insya Allah bisa kita capai,” ujar Siswandi.
Bahkan,la juga menghimbau kepada semua yang terkait, supaya dapat mengikuti apa yang telah dikomandoi Ketua Penanganan Stunting Natuna, Rodial Huda.
“Kita harus kompak, untuk penanganan stunting ikuti Komando Ketua yaitu pak Wakil Bupati. Saya disini lebih, ke mendorong percepatan penanganan penurunan stunting,” ajak Siswandi.
Tentunya Pemda Natuna harus berupaya untuk mencapai target tersebut, supaya atensi pemerintah pusat tentang angka Stunting di Natuna tinggi tidak ada lagi.
Sementara itu Ketua Pencegahan Stunting Natuna, Rodial Huda, mengatakan permasalahan Natuna bukan pada angka Stunting, tapi lebih kepada pola hidup atau perilaku.
“Kita tinggal di kelilingi laut, banyak ikan dan mudah didapat. Seharunya tidak ada yang kekurangan gizi lagi. Sepertinya kita harus lebih banyak memberikan pemahaman tentang pola hidup yang sehat serta perilaku yang benar dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.” ujar Rodial Huda.
Untuk mencapai hasilnya kata Rodial, semua unsur harus terlibat tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja.
“Tim harus tau bagaimana caranya kasih pemahaman kepada setiap kepala keluarga. Begitu juga dengan peran orang tua harus bisa menanamkan pola hidup sehat terhadap anak. Ini sangat penting, karena berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak. Terus bagaimana cara mendidik anak supaya memiliki kebiasaan berperilaku hidup sehat,” jelasnya.
Dikatakan Rodial, penyebab lainnya juga ada, salah satunya masih ada masyarakat Natuna yang tidak memiliki jamban, atau MCK.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Natuna, Sri Riawati, dalam laporannya menerangkan, bahwa telah ditetapkan lima strategi nasional dalam penanganan stunting salah satunya Audit stunting.
“Audit stunting memiliki tim, ada dari teknis dan pakar,” kata Riawati.
Riawati mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menekan, mengidentifikasi, menganalisa, dan memberikan rekomendasi serta upaya penanganan angka stunting di Kabupaten Natuna.
“Peserta diseminasi tersebut melibatkan,Tim Pendamping Pengendalian Stunting, Kepala Desa, Lurah, Camat, dan Kepala OPD terkait,” tutup Riawati.**








