class="wp-singular post-template-default single single-post postid-265375 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Advertorial / Bengkalis / Berita

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:13 WIB

Dampak Defisit Anggaran Pusat terhadap Perekonomian dan Masyarakat Bengkalis

Bengkalis, liputankepri.com – Dampak defisit anggaran dari pusat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat setempat, tetapi turut memberi efek lanjutan terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Bengkalis.

Sebagai APBD besar, Masyarakat mulai merasakan tekanan, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang menggantungkan hidup pada sektor informal, ( 17/2/2026).

Kondisi tersebut terlihat dari menurunnya kemampuan masyarakat dalam memperoleh penghasilan harian. Pekerja tanpa pendapatan tetap, pedagang keliling, hingga tukang ojek pangkalan mengaku mengalami penurunan pendapatan dalam beberapa waktu terakhir.

Melemahnya daya beli masyarakat serta berkurangnya mobilitas dinilai menjadi faktor utama yang memperparah situasi.

Hasil penelusuran tim awak media di Roro Air putih Kabupaten Bengkalis, menunjukkan realitas sulit yang dihadapi para tukang ojek pangkalan. Sepinya penumpang menjadi keluhan utama, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari pun kini semakin berat.

Salah seorang tukang ojek pangkalan Ujang, mengatakan kondisi dahulu jauh berbeda dibandingkan sekarang.

Baca Juga :  BP Batam Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Keuangan BLU

“Sekarang penumpang sepi. Untuk makan sehari-hari saja sering tidak cukup,” ujarnya saat ditemui di pangkalan ojek kawasan Roro Air putih

Saat ditanya mengenai kemungkinan beralih ke layanan transportasi berbasis aplikasi, menyebut keterbatasan ekonomi sebagai kendala utama.

Menurutnya, kepemilikan telepon pintar serta biaya operasional tidak terjangkau bagi dirinya dan sebagian rekan sesama tukang ojek pangkalan.

“Jangankan beli handphone, untuk makan saja pas-pasan. Makanya kami tetap jadi ojek pangkalan,” tuturnya.

Kondisi tersebut mencerminkan masih adanya kesenjangan akses terhadap transformasi digital di sektor transportasi. Di tengah pesatnya modernisasi layanan, sebagian masyarakat belum mampu mengikuti perubahan akibat keterbatasan ekonomi dan sarana pendukung.

Keluhan serupa juga disampaikan Ijal, tukang ojek pangkalan lainnya di wilayah yang sama. Ia mengungkapkan beban ekonomi semakin berat karena harus membiayai tiga anak yang masih bersekolah.

Baca Juga :  Lapangan Jadi Saksi, Batam dan Singapura Pererat Hubungan Lewat Bola Voli

Ijal menambahkan, Selain ojek online kadang kala petugas perhubungan pun ikut menjadi ojek di Roro Bengkalis, Kami berharap yang sudah ada gaji tetap janganlah mengganggu mata pencaharian tukang ojek tuturnya.

Pengamat sosial menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kebijakan perlindungan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dinilai harus lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan, khususnya bagi kelompok rentan yang bergantung pada penghasilan harian.

Jika tekanan ekonomi ini terus berlangsung tanpa intervensi yang tepat, dikhawatirkan akan memicu persoalan sosial yang lebih luas. Di tengah sulitnya penghasilan ketidakpastian ekonomi, masyarakat kecil kembali menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.**I Afrizal

 

Share :

Baca Juga

Berita

Partai Demokrat Dukung Herry Saputra-M Khozin di Pilkada Meranti

Berita

Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

Berita

Kapolda Kepri Hadiri Rapat Paripurna Sidang Kedua Tahun 2021

Berita

Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita

Pemilik Homestay Tawarkan Menginap Gratis ke Presiden Jokowi

Berita

BMKG Pekanbaru: Ada 30 Titik Panas di Riau

Advertorial

Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, PT Timah Serahkan Bantuan untuk TK Swasta Mutiara Hati

Berita

Satgas Anti Narkoba Polres Siak Bongkar Jaringan Peredaran Narkotika, Dua Bandar Diamankan di Kampar
error: Content is protected !!