Dewan Jamin Tak Ada Pemotongan Gaji PNS Karimun

- Jurnalis

Selasa, 30 Agustus 2016 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Untuk tahun ini sudah tidak ada lagi proyek-proyek. Dan tahun 2017 nanti, tidak ada lagi utang dalam penyusunan APBD 2017. Anda tahu kan, tahun 2016 ini kita hanya melakukan pembayaran tunggakan proyek yang mencapai ratusan miliar,” tegasnya.

 

Liputankepri.com,Karimun – Rencana penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Karimun sebesar Rp 27,9 miliar, sepertinya tidak berdampak luas bagi pegawai negeri sipil (PNS). Meski DAU dipangkas selama empat bulan ke depan, namun gaji PNS dipastikan tidak ada pemotongan. Pun begitu untuk tunjangan kesejahteraan rakyat (kesra), tidak terganggu.

“Secara kelembagaan kita sudah membicarakan dengan Bupati. Dan saya pastikan, tidak ada pemotongan gaji maupun kesra PNS,” tegas Wakil Ketua II DPRD Karimun, Bakti Lubis, Senin (29/8) kemarin.

Di sisi lain, Bakti Lubis mengingatkan bupati bersama jajarannya untuk melakukan perombakan total dalam struktur penyusunan anggaran pendapatan, dan belanja daerah tahun 2017. Mengingat, terjadinya defisit, baik itu pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH), maupun penundaan DAU oleh Pemerintah Pusat.

“Untuk tahun ini sudah tidak ada lagi proyek-proyek. Dan tahun 2017 nanti, tidak ada lagi utang dalam penyusunan APBD 2017. Anda tahu kan, tahun 2016 ini kita hanya melakukan pembayaran tunggakan proyek yang mencapai ratusan miliar,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi II yang juga banggar DPRD Karimun, H Kamarudin, mengungkapkan, presepsi Pemerintah Pusat menyebutkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Kabupaten Karimun setiap tahunnya mencapai Rp100 miliar lebih. Artinya, Pemerintah Pusat menganggap bahwa Kabupaten Karimun masih mempunyai anggaran yang cukup besar. Sehingga, harus dipergunakan untuk berbagai kegiatan di tahun 2016 ini.

“Perkiraan saya itu sih. Tapi setelah diperiksa Badan Pemeriksan Keuangan (BPK-RI), hanya tersisa Rp 2 miliar. Nah, ke depan kita tidak menginginkan hal ini terjadi lagi. Jangan dibesar-besarkan Silpanya, harus riil-lah apa adanya. Jadi aneh, bagaimana kalkulasi Pemda Silpanya diambil dari mana. Sementara saat ini Kabupaten Karimun, terjadi defisit tapi dalam laporannya Silpanya banyak,” jelasnya.

Sebelumnya Bupati Karimun Aunur Rafiq menemui Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran di Kementerian Keuangan. Bupati menjelaskan secara riil tentang posisi kas daerah pada saat akhir tahun 2015.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Karimun Gelar Latihan Pra Ops Patuh Seligi 2026 Di Polres Karimun
Bea Cukai Karimun Amankan Anggota Polresta Barelang Selundupkan 50 Vape Narkoba dari Malaysia
Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing
Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada
Bhabinkamtibmas Desa Pongkar Evakuasi Dua Nelayan Hilang di Perairan Tokong Hiu
Polres Karimun Amankan Car Free Day, Lalu Lintas Tertib dan Kondusif
Satpolairud Polres Karimun Gagalkan Pengiriman 9,5 Ton Timah Ilegal di Karimun, Dua Tersangka Diamankan
Kapolres Karimun Cek Pos Satkamling, Serapan Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIB

Polres Karimun Gelar Latihan Pra Ops Patuh Seligi 2026 Di Polres Karimun

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:22 WIB

Bea Cukai Karimun Amankan Anggota Polresta Barelang Selundupkan 50 Vape Narkoba dari Malaysia

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:02 WIB

Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:21 WIB

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Senin, 11 Mei 2026 - 13:34 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Pongkar Evakuasi Dua Nelayan Hilang di Perairan Tokong Hiu

Berita Terbaru