Liputankepri.com Meranti – PLN Area Dumai Rayon Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Cabang Merbau saat ini melakukan kegiatan Afreting jaringan dijalan protokol Desa Sungai Anak Kamal menuju Desa Lukit Kecamatan Merbau, Kamis 25/07/2019.
Dalam kegiatan tersebut, pada pemasangan tiang listrik yang dilaksanakan kontraktor pelaksana PT CBA terindikasi dikerjakan asal asalan bahkan diduga tidak sesuai dengan spek atau RAB.
Dari pantauan tim media ini dilapangan beberapa hari lalu, hampir semua tiang listrik tegangan tinggi itu mengunakan tapak beton atau manset biasa yang diduga tidak sesuai standar yang ditentukan serta banyak ditemukan kejanggalan, selain mengunakan manset biasa yang parahnya tiang listrik condong bukannya diperbaiki malah tetap di cor begitu saja.
Menurut informasi dari salah satu warga setempat Ari (38) saat melintas jalan tersebut mengatakan kepada wartawan beberapa waktu lalu bahwa kejangalan yang dikerjakan kontraktor diduga asal asalan dan tidak sesuai dengan spek sempat diprotes dan disarankan warga kepada pekerja tersebut untuk diperbaiki
“Persoalan ini warga sudah pernah memberitahukan kepada rekanan dilapangan jika pekerjaan yang dilakukan mengkhawatirkan dan tidak akan bertahan lama dan mudah ambruk nantinya karena tanah di sini tanahnya tanah gambut yang labil,” kata Ari.

“jika kita lihat pada pemasang tiang listrik di desa lain seperti ditasik Putri Puyu yang kontraknya pada saat yang sama semuanya mengunakan coran tapak empat, anehnya disini beda,” jelasnya
Menanggapi hal ini, Misno yang mengaku sebagai pelaksana lapangan PT CBA, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemasangan tiang listrik mengunakan manset biasa dan manset khusus.
“Pengerjaan di desa Lukit, pertama sekali RAB yang keluar itu mengunakan Manset biasa, Saya sempat mengusulkan kepada kasup di kecamatan untuk pengerjaan didesa lukit harus mengunakan manset khusus dan tidak bisa mengunakan manset biasa, karena tanah wilayah tersebut tanah gambut. tapi RAB sudah keluar kita tetap disuruh mengunakan manset biasa,”Kata Misno kepada wartawani ini melalui via telfon Rabu 24/07/2019.
Ia menjelaskan, kemudian PT CBA menuju PLN,”Artinya juga mengusulkan, karena PLN ada sisa uang sehingga bisa dirubah mengunakan menset khusus tapi hannya di tiang tiang tertentu saja seperti TM 2, TM 5 TM 10 makanya ada perbedaan pengecoran dilapangan,” jelasnya.
Disingung mengenai tiang listrik yang condong tetap dicor dan apa kah ada perubahan atau Addendum ia juga membenarkan.
“Ya, Kita sudah sarankan kepada perkerja ditiang yang condong tidak di cor, tapi pekerja tetap di cor. Saat ini masih dalam proses perkerjaan, nanti bisa diperbaiki,”ujarnya.
diwaktu yang berbeda “Hos” waga kecamatan Ransang yang juga mengaku sebagai pelaksana lapangan PT CBA, menghubungi awak media dan menjelaskan serta membantah adanya addendum.
“Bukan Addendum, Memang dalam RAB kemarn perkerjanya mengunakan manset biasa, kita sebagai pelaksana tepuk tangan jika mengerjakan mengunakan manset khusus, tabpi PLN tidak punya duit dan tidak mau karena harus merubah kontrak dan sebagainya,” tutupnya kepada media ini melalui via telfon peribadinya. (tmy)








