Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Diperiksa KPK, Bupati Meranti Ngaku Tak Kenal Bowo Sidik | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-25567 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Kep Meranti / KPK / Nasional

Kamis, 11 Juli 2019 - 23:45 WIB

Diperiksa KPK, Bupati Meranti Ngaku Tak Kenal Bowo Sidik

Liputankepri.com Jakarta – Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, telah menjalani pemeriksaan di KPK. Setelah diperiksa, Irwan mengaku tidak mengenal anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

“Nggak kenal, saya nggak pernah ketemu seumur-umur, nggak kenal, apa hubungannya Pak Bowo dengan ini,” ujar Irwan setelah diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Ketika ditanya terkait penganggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kepulauan Meranti yang jadi sumber duit Bowo Sidik yang diduga untuk gratifikasi, Irwan mengaku tidak tahu-menahu. Dia mengatakan saat itu dirinya belum menjabat bupati.

Baca Juga :  Persoalan Hadiah Berbuntut Panjang, Fahri Resmi Melapor Kekantor polisi

“Ya waktu proses itu saya belum jadi bupati. Saya masih nyalon, lagi kampanye. Makanya saya nggak bisa jawab itu,” katanya.

Irwan mengatakan dimintai konfirmasi oleh penyidik KPK perihal dokumen pengusulan DAK. Dia juga mengatakan telah memberikan informasi yang diketahuinya kepada penyidik terkait kasus Bowo Sidik.

Irwan semestinya diperiksa Rabu (10/7). Namun, karena berhalangan hadir, akhirnya dia memenuhi panggilan KPK menjadi saksi untuk Bowo dan Indung hari ini.

Bowo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima duit dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat Indung. Bowo pun diduga menerima suap sekitar Rp 1,6 miliar dari Asty. Suap itu diduga agar Bowo membantu PT HTK mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Baca Juga :  Sebar Berita HOAX, Bupati Meranti Laporkan Akun Facebook Yanti Susi Ke Direskrimsus Polda Riau

Tak hanya itu, KPK juga menduga Bowo menerima gratifikasi sekitar Rp 6,5 miliar. KPK juga telah menyebut empat sumber yang diduga menjadi asal-usul duit gratifikasi Bowo, yakni terkait gula rafinasi, BUMN, penganggaran pembangunan pasar di Minahasa Selatan, dan terkait penganggaran DAK Kepulauan Meranti

Share :

Baca Juga

Featured

Anggota DPRD Karimun Dari Partai Demokrat Hadiri Perlombaan Jong Di Pantai indah Tanjung Melolo

Kep Meranti

YKMC Santuni Anak Yatim,Jelang Bulan Suci Ramadhan

Kep Meranti

Idul Adha 1444 H Ini, PT Timah Tbk Salurkan Puluhan Ekor Hewan Kurban di Pemkab Karimun dan Meranti

Featured

Satlantas Polres Karimun Himbau Toko dan Bengkel Agar Tidak Jual Kanalpot Racing 

Berita

Sekdisdik Karimun: Belajar Dirumah Diperpanjang

Berita

Cegah kebakaran hutan, Kapolsek Buru Sampaikan himbauan kepada masyarakat

Kep Meranti

​Wabup Said Hasyim Hadiri Acara Ponpes Salafiyah Hidayatul Muttaqin

Batam

Agenda Sidang Paripurna Terkendala,Anggota Dewan Sibuk Mempersiapkan Diri
error: Content is protected !!