Karimun – Ketua Komisi III DPRD Karimun, Ady Hermawan menyebut, 33 ribu paket sembako yang akan diberikan untuk masyarakat terdampak COVID-19 di Karimun menelan anggaran sebesar Rp 6,6 miliar.
“Satu paket sembako itu nilainya Rp 200 ribu, kalikan saja dengan 33 ribu hasilnya Rp 6,6 miliar,” kata Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Karimun itu, Selasa (28/4/2020).
Apa saja isi dalam paket sembako itu, Ady menyebut isinya antara lain beras, gula, minyak goreng dan mie instan. Hanya saja Ady menyebut pihaknya belum memperoleh informasi perihal takaran masing-masing sembako itu.
“Belum tahu kita takarannya, eksekutif menyebut nilainya Rp 200 ribu per paket,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karimun resmi menunda pemberian sembako tersebut. Sedianya bantuan sembako itu mulai disalurkan pada Senin (27/4/2020) kemarin.
Namun karena beras 140 ton yang dipesan dari Palembang, Sumatera Selatan belum tiba maka pemberian sembako tersebut terpaksa ditunda.
Adapun sebaran paket sembako dari Pemkab Karimun yaitu untuk Kecamatan Karimun 5.500 paket, Kecamatan Meral 4.200 paket, Kecamatan Tebing 3 ribu paket, Kecamatan Meral Barat 2.500 paket, Kecamatan Buru 1.800 paket.
Kecamatan Kundur 3 ribu paket, Kecamatan Kundur Utara 2.500 paket, Kecamatan Kundur Barat 2 ribu paket, Kecamatan Ungar 1.500 paket, Kecamatan Belat 1.500 paket, Kecamatan Durai 2 ribu paket dan Kecamatan Moro 3.500 paket.








