banner 200x200

Home / Featured / Nasional

Kamis, 23 Juni 2016 - 16:16 WIB

Istilah ‘Kue’Uang Suap Agung Podomoro ke Sanusi

Liputankepri.com,Jakarta – Uang suap sebesar Rp2 miliar yang diberikan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja kepada Anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi disamarkan dengan istilah ‘kue’. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Ariesman yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ariesman didakwa bersama-sama dengan Trinanda Prihantoro selaku ajudannya menyuap sebesar Rp2 miliar. Pemberian uang itu terkait dengan pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP).

Istilah ‘kue’ guna menyamarkan uang suap disampaikan Gerry Prastia, ajudan Sanusi ketika meminta uang kepada Trinanda. Gerry mendapat perintah Sanusi setelah penerimaan pertama sebesar Rp1 miliar.

“Selanjutnya Gerry mengirimkan SMS kepada Trinanda, ‘Pak, si Om minta lagi kuenya’ kemudian dibalas oleh Trinanda ‘Oke ntar dikonfirmasi lagi’,” tutur Jaksa Penuntut Umum KPK, Zainal Abidin membacakan percakapan SMS mereka dalam surat dakwaan untuk Ariesman di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat,seperti di lansir okezone Kamis (23/6/2016).

Gerry lantas memberi kabar tersebut kepada Sanusi. Adik Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik itu kemudian menagih kembali ‘fee’ yang dijanjikan Ariesman lewat Trinanda dengan memerintahkan Gerry menghubunginya.

Baca Juga :  Sejarah Drone dari Dulu hingga Kini

“Gerry mengirimkan kembali SMS dengan kalimat ‘Pak, om minta besok kue-nya, makasih’. Selanjutnya Trinanda menyampaikan permintaan uang oleh Sanusi tersebut kepada terdakwa (Ariesman),” beber Jaksa Zainal.

Selang sehari, pada 31 Maret 2016, Gerry kembali mengirimkan pesan singkat kepada Trinanda setelah diperintahkan oleh Sanusi. “Pada 31 Maret 2016 pukul 09:47:30 WIB, M. Sanusi mengingatkan Gerry untuk menanyakan kepada Trinanda tentang permintaan uang. Kemudian Gerry mengirim SMS kepada Trinanda dengan kalimat ‘Maaf pak ganggu, si Om nanyain lagi kue-nya’,” lanjut Jaksa KPK, Zainal membacakan percakapan lewat pesan elektronik itu.

Selanjutnya pada pukul 15:02:19 WIB di hari yang sama, Trinanda kembali menghubungi Gerry melalui SMS dengan kalimat, “Mas, kalau mau ambil kue jangan lupa bawa keranjangnya ya.”

Akhirnya Gerry datang kembali ke kantor Agung Podomoro. Trinanda langsung mengajak Gerry ke lantai 46 APL Tower di kawasan Central Park, Jakarta Barat. Di sana Trinanda kembali menyerahkan uang Rp1 miliar kepada Gerry untuk diserahkan kepada Sanusi.

Usai menerima Rp1 miliar yang dimasukan ke tas ransel, Gerry kemudian menemui Sanusi di FX Mall Senayan Jakarta Selatan yang datang dengan menggunakan mobil Jaguar warna hitam nomor polisi B 123 RX. Usai menerima uang tersebut, Sanusi lantas pergi, namun tak lama berselang, tepat di depan Hotel Atlet Century, petugas KPK menghentikan mobil tersebut.

Baca Juga :  Dinas Pertanian dan Koramil Gelar Rapat Percepatan LTT PADI dan Cetak Sawah Baru Tahun 2017

“Beberapa saat kemudian sekira pukul 19.00 WIB Trinanda juga ditangkap KPK. Sedangkan keesokan harinya pada 1 April 2016, terdakwa menyerahkan diri ke kantor KPK,” tutup Jaksa Zainal.

Seperti diketahui, Ariesman didakwa menyuap Sanusi sebesar Rp2 miliar lewat Trinanda yang merupakan ajudannya. Uang diberikan sebagai imbalan agar Sanusi mampu mengubah pasal tambahan kontribusi yang tercantum dalam Raperda RTRKSP.

Perbuatan terdakwa Ariesman melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Share :

Baca Juga

Featured

Hadapi Maraknya Hoax, Kurikulum Literasi Medsos untuk Peserta Didik Diperlukan

Featured

Polsek Balai Karimun Bentuk Tim Anti Jambret

Ekonomi

Oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Kampar Diduga Aniaya Murid, Orangtua Lapor Polisi

Kesehatan

BPOM Pekanbaru Tetapkan Pedagang Kelontong Di Meranti Sebagai Tersangka

Meranti

Warga Kuansing Dihebohkan Suara Aneh Mirip Terompet Raksasa

Meranti

Pemkab Meranti Gelar Rapat Harmonisasi Ranperda Ketertiban Umum dan Pekat

Meranti

Wabup Meranti Said Hasyim Hadiri Rapat Bersama BNPP

Featured

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Kerja KPK RI
%d blogger menyukai ini: