Kapal Keruk King Richard X Tenggelam di Batu Ampar Batam

- Jurnalis

Selasa, 15 Desember 2020 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM — Sebuah Kapal Keruk Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Richard X berbendera Indonesia tenggelam di area berlabuh jangkar Batu Ampar, Batam, Minggu, 13 Desember 2020.

Kementerian Perhubungan pun menerapkan oil boom untuk meminimalisasi pencemaran.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan Ahmad melaporkan ada empat orang kru yang berada di dalam kapal ketika tenggelam. Keempatnya telah dievakuasi oleh KRI Beladau dan dimintai keterangan.

“Akibat kejadian ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. Saat ini masih dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan kru kapal mengenai penyebab tenggelamnya kapal tersebut,” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa, 15 Desember 2020.

Insiden tersebut bermula karena kebocoran yang menyebabkan kapal miring hingga 5 derajat. Ketika kemiringan mencapai 12 derajat, awak kapal langsung dievakuasi.

Kapal kemudian tenggelam pada posisi 01° 09′ 30” N/ 103° 56′ 48 E pukul 23.00 sampai 00.00 WIB. Saat ini kapal masih berada di perairan dan sudah dipasang penanda untuk segera dievakuasi.

Ahmad mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab dari tenggelamnya kapal tersebut. Dan evakuasi diharapkan dapat berlangsung secepatnya agar tidak mengganggu lalu lintas pelayaran.

Tim Reaksi Cepat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengerahkan empat armada untuk meminimalisasi pencemaran laut karena tumpahan minyak.

Armada tersebut yakni KN. Trisula P.111, KN. Rantos P.210, KN. Kalimasadha P.115 dan armada kapal patroli dari KSOP Khusus Batam.

“Kami langsung bergerak cepat melakukan penggelaran oil boom oleh KN. Trisula P.111 dari Pangkalan PLP Tanjung Uban, KSOP Khusus Batam dan dibantu oleh owner kapal TSHD King Richard X,” tuturnya.

“Hal ini harus segera dilakukan guna mengantisipasi pencemaran minyak di laut lebih luas, mengingat lokasi Batam berhadapan langsung dengan Singapura, penanganan harus komprehensif termasuk untuk salvage kapal TSHD King Richard X, sehingga tumpahan minyak dapat dilokasir dan tertangani dengan baik,” urai dia.

Pihak pemilik kapal, lanjut dia, juga sudah bersurat langsung kepada Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang agar membuat rambu penanda untuk kerangka kapal, dan telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.**

(sbeer)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berujung Kekerasan Polsek Tebing Tinggi Respon Cepat Amankan Pelaku KDRT 
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
Polsek Tualang Optimalkan Pengamanan CFD Aman dan Meriah
Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha
Menaker : Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Pengurus Warga Agam Kabupaten Karimun 2023-2026 Dibubarkan, Bentuk Pengurus Baru
Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia
Solidaritas Nelayan Pesisir Teluk Paku Pertanyakan Legalitas Penimbunan Jetty PT KIC

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:32 WIB

Berujung Kekerasan Polsek Tebing Tinggi Respon Cepat Amankan Pelaku KDRT 

Minggu, 19 April 2026 - 20:37 WIB

Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja

Minggu, 19 April 2026 - 12:02 WIB

Polsek Tualang Optimalkan Pengamanan CFD Aman dan Meriah

Kamis, 16 April 2026 - 21:03 WIB

Menaker : Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Kamis, 16 April 2026 - 11:59 WIB

Pengurus Warga Agam Kabupaten Karimun 2023-2026 Dibubarkan, Bentuk Pengurus Baru

Berita Terbaru

Berita

Polsek Tualang Optimalkan Pengamanan CFD Aman dan Meriah

Minggu, 19 Apr 2026 - 12:02 WIB