Kapolda Kepri Tetapkan Enam Tersangka Penyelundupan 12 Ton Bahan PCC

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2017 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

liputankepri.com,Batam – Polres Bintan dan Polda Kepri sudah menetapkan enam tersangka penyelundupan 12 ton bahan pil PCC (paracetamol caffeine carisoprodol) yang hendak dikirimkan ke Jakarta pada 2 September 2017.

12 ton bahan pil PCC (paracetamol caffeine carisoprodol) yang hendak dikirimkan ke Jakarta pada 2 September 2017. (F.Ist)

“Kasus ini sudah dikembangkan, enam orang masing-masing MA, RS Alias F, BH Alias T, E, LS, dan B yang memiliki peran berbeda-beda,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di Batam, Rabu.

Sam mengatakan MA merupakan pemilik barang, RS Alias F adalah orang yang dipercaya MA untuk mengirim barang dari Singapura ke Jakarta, BH alias T orang kepercayaan FE sebagai pengangkut barang dari Gudang Bina Uma Batu Aji ke Gudang Tiban Mas Asri, Sekupang Kota Batam, E selaku orang kepercayaan FE untuk mengangkut barang dari Batam ke Jakarta.

Selanjutnya LS sebagai orang kepercayaan EF dan orang yang menerima barang di Gudang Tiban Mas Asri, terakhir B selaku orang yang membawa barang dari Gudang Tiban Mas Asri ke Pelabuhan Rakyat Telaga Punggur, selanjutnya menuju Pelabuhan Pasar Baru Tanjung Uban, lalu menuju ke Pelabuhan Sribayintan, Kijang. “Barang tersebut dari India, dibawa menuju Singapura, Batam, Bintan, dan selanjutnya hendak dikirim ke Jakarta,” kata dia.

Ia mengatakan, sebagian besar barang yang diamankan tersebut merupakan carisoprodol yang merupakan bahan baku pembuat PCC yang membuat penggunannya seperti gila. “Kami sangat serius mengangani kasus ini. Karena ada kemungkinan bahan baku yang digunakan untuk membuat PCC pada sejumlah lokasi yang digerebek polisi dipasok dari sini,” kata dia.

Dalam dokumen impor, kata dia, pengimpor mencantumkan bahwa barang tersebut merupakan suku cadang kendaraan bermotor. “Kami juga menyelidiki mengapa ini bisa lolos. Karena sudah jelas-jelas importir memalsukan dokumen impornya,” kata Sam.

Selain mengamankan 480 drum berwarna biru berisi serbuk berwarna putih yang diduga bahan baku obat dengan total berat keseluruhan 12 ton, polisi juga menyita tiga unit truk yang digunakan sebagai alat angkut, tujuh telepon gengam milik pelaku.(Ant)

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Asmar Pimpin Rakor Lintas Instansi, Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia dari Rangsang
Resmi Mengundurkan Diri, Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur Bank Indonesia
MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus
Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
Resmi Dikukuhkan, Muzamil Baharudin Pimpin FKA Bengkalis se-Riau Kepri
Nonton Timnas di Piala AFF 2026 Sekarang Gratis di YouTube Reza Arap
Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung Penanaman Jagung Kuartal Kedua
Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:20 WIB

Bupati Asmar Pimpin Rakor Lintas Instansi, Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia dari Rangsang

Senin, 27 Juli 2026 - 07:00 WIB

Resmi Mengundurkan Diri, Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:02 WIB

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:58 WIB

Resmi Dikukuhkan, Muzamil Baharudin Pimpin FKA Bengkalis se-Riau Kepri

Berita Terbaru