Karimun – Kepala Dinkes Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan hingga saat ini di Kepri, ada 39 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 144 orang dalam pemantauan (ODP).
“Dari Januari hingga sekarang di Kepri ada 39 PDP. Dan dari 39, tiga kasus positif. Di Batam, perempuan usia 51 tahun. Di Karimun, laki-laki usia 45 tahun,” ungkapnya.
Laki-laki penderita Covid-19 di Karimun ini sebelumnya bepergian ke Malaysia dan kembali ke Karimun pada 9 Maret lalu. “Mulai terasa gejala pada tanggal 13 (Maret). Ditetapkan PDP pada tanggal 14 (Maret). Sampelnya diambil dan hari ini (kemarin, red) diumumkan positif oleh Juru Bicara Covid-19 nasional. Pasien ini diisolasi di RS HM Sani,” paparnya.
Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Karimun, M Firmansyah, menambahkan keluarga pasien positif corona yang masih berstatus suspect saat ini dikarantina. Sedangkan yang negatif tidak dikarantina.
“Yang kontrak erat sekali, termasuk keluarga, juga dilakukan pemeriksaan swab. Walaupun tidak menunjukkan sakit,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan langkah penelusuran kepada masyarakat masyarakat yang mungkin pernah kontak erat dengan pasien positif ini. Mereka masuk kategori ODP. Jika terjadi sesuatu, maka dilakukan tindakan medis.
Ia mengatakan, pasien positif corona di Karimun mempunyai riwayat penyakit lama, yakni batuk-batuk. Pasien tersebut bekerja di Malaysia dan pulang ke Karimun pada Senin (9/3). Kemudian pada Kamis (12/3) lalu pasien melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD M Sani.
“Sebenarnya, pasien sudah lama sakit. Dan, saat batuk darah langsung melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD M Sani,” terangnya.
Adapun untuk pasien pertama penderita Covid-19 di Tanjungpinang, menurut Tjetjep Yudiana, mulai membaik. “Di Pinang sudah mulai membaik. Ia tetap diobservasi dan diobati untuk penyakitnya. Kalau untuk Covid-19 belum ada obatnya, tapi ia menderita hipertensi. Hipertensi itu yang kita obati,” ujarnya.
Tjetjep juga menyebutkan, ada dua orang peserta tablig akbar yang digelar di Malaysia pada akhir Februari lalu masuk dalam status PDP.
“Keduanya merupakan pria dan dalam pengawasan. Tercatat sama kami dari acara tablig akbar di Malaysia. Dua-duanya status PDP. Satu di Tanjungpinang dan satu lagi di RS Tanjunguban,” jelasnya.**
(aidy)








