Pembangunan Sarpras Dispora Tanjungpinang Terindikasi Korupsi

- Jurnalis

Selasa, 22 November 2016 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Usaha Walikota Tanjungpinang dalam membangun semangat para pelajar dalam berolahraga tidak selalu berjalan mulus apabila kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang khususnya di bidang sarana dan prasarana yang terkesan bermental korup,”

Liputankepri.com,Tanjungpinang – Guna melahirkan calon-calon athletic yang dapat mengharumkan nama daerah kota Tanjungpinang di tingkat provinsi Kepri maupun tingkat Nasional,pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinas pemuda dan olahraga kota Tanjungpinang tentunya harus menanamkan bakat olahraga kepada para pelajar di kota Tanjungpinang sejak dini.

Hal ini tentunya harus di dukung dengan adanya lapangan olahraga disetiap sekolah di Tanjungpinang mulai dari tingkat dasar maupun menengah sebagai dasar para pelajar agar melahirkan karakter olahraga dan tempat latihan yang memadai.Sebagai bentuk dukungannya,Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah juga menyelenggarakan turnamen Walikota Cup dari sejumlah cabang olahraga baru-baru ini.

Akan tetapi,Usaha Walikota Tanjungpinang dalam membangun semangat para pelajar dalam berolahraga tidak selalu berjalan mulus apabila kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang khususnya di bidang sarana dan prasarana yang terkesan bermental korup.

Hal ini terlihat jelas dari sejumlah Kegiatan peningkatan pembangunan  Sarana dan prasarana olahraga tahun anggaran 2014 lalu yang menghabiskan biaya hingga Rp.1.054.000.000 untuk pembangunan sejumlah lapangan takraw dan volley pantai di sejumlah sekolah di Tanjungpinang yang terkesan proyek  mencari keuntungan semata tanpa mengedepankan kwalitas bangunan.

Sebagaimana diketahui,Dinas pemuda dan olahraga kota Tanjungpinang pada tahun 2014 lalu melaksanakan pemeliharaan 1 arena panjat tebing dengan biaya Rp.198.000.000,pemeliharaan lapangan bola hang lekir Rp.180.000.000,belanja modal pengadaan peralatan olahraga Rp.140.000.000,belanja pembangunan tiga lapangan volley pantai Rp.200.000.000 dan belanja pembuatan 9 lapangan takraw Rp.200.000.000.

Dari sejumlah kegiatan tersebut,Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia kota Tanjungpinang Ridwan Lingga menuding telah terjadi dugaan mark up atau pembengkakan nilai belanja.”Berdasarkan hasil investigasi Kami di lapangan terdapat dugaan mark up yang berpotensi merugikan keuangan Negara”,ujar Ridwan kepada media ini.

Ridwan menjelaskan,untuk membangun satu lapangan bola Volley pantai hanya membutuhkan biaya sekitar Rp.20.000.000,rehab panjat tebing hanya mengganti fiber glass dan pengecoran pondasi diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp.100.000.000,belanja peralatan olahraga dengan rincian 5 bola volley,net 3,garis line 2 setiap sekolah,hanya membutuhkan biaya Rp.18.000.000 untuk 3 sekolah penerima bantuan,”jelasnya

Ridwan juga mengatakan,berdasarkan pengakuan sekolah penerima bantuan,bola takraw yang diberikan pihak Dispora Tanjungpinang tahun 2014 lalu yaitu sebanyak 10 bola dan 3 net dengan jumlah 9 sekolah penerima bantuan.Diperkirakan biaya untuk 9 sekolah hanya Rp.50.000.000 berikut PPN,”bebernya.

Saat disinggung apa langkah selanjutnya terkait temuan tersebut Ridwan mengatakan akan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Kasus ini akan saya laporkan agar tidak menjadi bola liar dan yang kita takutkan menjadi kepentingan oknum-oknum tertentu,apalagi potensi kerugiannya sudah diperkirakan ratusan juta rupiah”,ujarnya sambil mengakhiri pembicaraan.

Ditempat terpisah,pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Ranol saat di konfirmasi di kantornya mengatakan jika semua pekerjaan sudah sesuai prosedur.(Red/Ridwan)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud
Diduga Ada Upaya Penghentian Kasus Perusakan Mangrove dan Batching Plant Ilegal di Meranti, Sumber Klaim Polisi “Sudah Diatur”
Diduga Institusi Polri Kembali “Melawan” Perintah Prabowo, Penyidikan Kasus Santo Cs Rusak Hutan Mangrove di Meranti Diduga Di-SP3 Diam-diam
Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Pada RSUP Kepri
Patroli Tengah Malam, Kapolsek Tualang Pimpin Pengecekan Pos Ronda Demi Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
340 Siswa MAN Insan Cendikia Antusias Ikuti Program Police Goes To School
Sertijab Sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Kampar Sekaligus Pelepasan Purna Tugas ASN
Buka Diklat Calon Paskibraka Meranti, Wabup Muzamil : Menjadi Paskibraka adalah Kebanggaan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:04 WIB

Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud

Rabu, 26 November 2025 - 11:39 WIB

Diduga Ada Upaya Penghentian Kasus Perusakan Mangrove dan Batching Plant Ilegal di Meranti, Sumber Klaim Polisi “Sudah Diatur”

Selasa, 11 November 2025 - 22:12 WIB

Diduga Institusi Polri Kembali “Melawan” Perintah Prabowo, Penyidikan Kasus Santo Cs Rusak Hutan Mangrove di Meranti Diduga Di-SP3 Diam-diam

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 19:31 WIB

Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Pada RSUP Kepri

Minggu, 5 Oktober 2025 - 10:05 WIB

Patroli Tengah Malam, Kapolsek Tualang Pimpin Pengecekan Pos Ronda Demi Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru

Berita

Jelang Nataru 2025, Polsek Tambang Gelar Rakor Pengamanan

Kamis, 4 Des 2025 - 19:36 WIB