banner 200x200

Home / Featured / Tanjungpinang

Selasa, 22 November 2016 - 17:13 WIB

Pembangunan Sarpras Dispora Tanjungpinang Terindikasi Korupsi

“Usaha Walikota Tanjungpinang dalam membangun semangat para pelajar dalam berolahraga tidak selalu berjalan mulus apabila kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang khususnya di bidang sarana dan prasarana yang terkesan bermental korup,”

Liputankepri.com,Tanjungpinang – Guna melahirkan calon-calon athletic yang dapat mengharumkan nama daerah kota Tanjungpinang di tingkat provinsi Kepri maupun tingkat Nasional,pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinas pemuda dan olahraga kota Tanjungpinang tentunya harus menanamkan bakat olahraga kepada para pelajar di kota Tanjungpinang sejak dini.

Hal ini tentunya harus di dukung dengan adanya lapangan olahraga disetiap sekolah di Tanjungpinang mulai dari tingkat dasar maupun menengah sebagai dasar para pelajar agar melahirkan karakter olahraga dan tempat latihan yang memadai.Sebagai bentuk dukungannya,Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah juga menyelenggarakan turnamen Walikota Cup dari sejumlah cabang olahraga baru-baru ini.

Akan tetapi,Usaha Walikota Tanjungpinang dalam membangun semangat para pelajar dalam berolahraga tidak selalu berjalan mulus apabila kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang khususnya di bidang sarana dan prasarana yang terkesan bermental korup.

Hal ini terlihat jelas dari sejumlah Kegiatan peningkatan pembangunan  Sarana dan prasarana olahraga tahun anggaran 2014 lalu yang menghabiskan biaya hingga Rp.1.054.000.000 untuk pembangunan sejumlah lapangan takraw dan volley pantai di sejumlah sekolah di Tanjungpinang yang terkesan proyek  mencari keuntungan semata tanpa mengedepankan kwalitas bangunan.

Sebagaimana diketahui,Dinas pemuda dan olahraga kota Tanjungpinang pada tahun 2014 lalu melaksanakan pemeliharaan 1 arena panjat tebing dengan biaya Rp.198.000.000,pemeliharaan lapangan bola hang lekir Rp.180.000.000,belanja modal pengadaan peralatan olahraga Rp.140.000.000,belanja pembangunan tiga lapangan volley pantai Rp.200.000.000 dan belanja pembuatan 9 lapangan takraw Rp.200.000.000.

Dari sejumlah kegiatan tersebut,Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia kota Tanjungpinang Ridwan Lingga menuding telah terjadi dugaan mark up atau pembengkakan nilai belanja.”Berdasarkan hasil investigasi Kami di lapangan terdapat dugaan mark up yang berpotensi merugikan keuangan Negara”,ujar Ridwan kepada media ini.

Ridwan menjelaskan,untuk membangun satu lapangan bola Volley pantai hanya membutuhkan biaya sekitar Rp.20.000.000,rehab panjat tebing hanya mengganti fiber glass dan pengecoran pondasi diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp.100.000.000,belanja peralatan olahraga dengan rincian 5 bola volley,net 3,garis line 2 setiap sekolah,hanya membutuhkan biaya Rp.18.000.000 untuk 3 sekolah penerima bantuan,”jelasnya

Ridwan juga mengatakan,berdasarkan pengakuan sekolah penerima bantuan,bola takraw yang diberikan pihak Dispora Tanjungpinang tahun 2014 lalu yaitu sebanyak 10 bola dan 3 net dengan jumlah 9 sekolah penerima bantuan.Diperkirakan biaya untuk 9 sekolah hanya Rp.50.000.000 berikut PPN,”bebernya.

Saat disinggung apa langkah selanjutnya terkait temuan tersebut Ridwan mengatakan akan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Kasus ini akan saya laporkan agar tidak menjadi bola liar dan yang kita takutkan menjadi kepentingan oknum-oknum tertentu,apalagi potensi kerugiannya sudah diperkirakan ratusan juta rupiah”,ujarnya sambil mengakhiri pembicaraan.

Ditempat terpisah,pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Ranol saat di konfirmasi di kantornya mengatakan jika semua pekerjaan sudah sesuai prosedur.(Red/Ridwan)

Share :

Baca Juga

Featured

Imigrasi Batam Deportasi Turis Bermasalah

Featured

KapolseK Tambang Pantau Pelaksanaan Pencoblosan di Wilayah Hukumnya

Ekonomi

GEMA PEKA Gelar Penggalangan Dana Korban Kebakaran di Ungar

Featured

Kabupaten Karimun Raih Penghargaan Adipura Kirana 2016

Featured

ATM BNI Selatpanjang di Rusak OTK

Featured

Ini Tujuh Prioritas Pembangunan RPJMD Karimun Selama Pemerintahan Aunur-Anwar

Batam

Prostitusi dan Dunia Malam Tumbuh Subur di Batam

Featured

SKPD Pemkab Karimun Bakal Terkena Gelombang Rotasi