class="wp-singular post-template-default single single-post postid-41839 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Kep Meranti / Kriminal / Peristiwa

Senin, 29 November 2021 - 08:03 WIB

Polres Meranti Amankan Kayu Bakau Illegal Logging Milik Oknum kepala Desa Di Kepulauan Meranti

Penangkapan TP Illegal Logging Diperairan Merbau, 3.200 Batang Kayu Bakau Diamankan

PEKANBARU – Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Meranti berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Illegal Logging pada Sabtu siang, (27/11/2021) di perairan Desa Centai, Kec. Pulau Merbau, Kab. Kepulauan Meranti. Penangkapan berada dititik koordinat (N 1°00’51.2″, E 102°37’12.6″).

4 orang pelaku turut diamankan :
– HER, (37 tahun, Pelaut, sebagai Nahkoda Kapal).
– SUR, (Wiraswasta, sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) Kapal).
– HAM, (31 tahun, sebagai ABK).
– ZUL, (24 tahu, sebagai ABK).

Barang bukti berhasil diamankan yakni :
– 1 (satu) unit Kapal Motor AMBISI GT.23 NO 1504/PPF 2006 PPF NO 3022 / L bermesin Mitsubishi 6D.
– 1 (satu) bundel dokumen Kapal Motor KM AMBISI GT.23 NO 1504/PPF 2006 PPF NO 3022 / L.
1 kayu Bakau sebanyak lebih kurang 3.200 batang.
– 4 (empat) unit telepon seluler.

Baca Juga :  Ketua LM2R Tegaskan Usut Tuntas Persoalan Hadiah Lomba Mancing Mania Selatpanjang

Kapolres Meranti AKBP Andi Yul mengatakan kronologis penangkapan bermula dari adanya informasi masyarakat.

“Jadi pada Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan penyelundupan hasil hutan yang akan dibawa ke Malaysia. Saya perintahkan personel Sat Reskrim untuk tangkap,” ujar Andi Yul.

Tim yang menggunakan Speed Boat melakukan pemantauan disekitar desa Centai. Sekitar pukul 14.00 WIB terlihat adanya 1 (satu) unit kapal yang berlayar dengan haluan mengarah ke Selat Malaka (Malaysia). Petugas menghentikan kapal tersebut setelah sempat kejar kejaran selama setengah jam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, didalam kapal terdapat hasil hutan kayu jenis Bakau sebanyak ± 3.200 batang tanpa dilengkapi surat sah keterangan hasil hutan kayu, barang tersebut kemudian dikawal ke Selatpanjang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Andi Yul.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-76 RI, Polres Meranti Gelar Vaksinasi Dosis Kedua Bagi Keluarga Polri dan Masyarakat

“Dari keterangan keempat pelaku ini, kayu ini mereka muat di Perairan Sungai Terus Desa Alai, Tebing Tinggi Barat Meranti pada pagi harinya. Kayu tersebut mereka bawa untuk dijual kepada ALONG (WNA) yang berdomisili di Batu Pahat, Malaysia. Dan pemilik Kapal Motor atas nama MAHADI (Kepala Desa Kedabu Rapat) yang juga pemilik kayu tersebut,”sambung Andi.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku, dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta pidana denda paling sedikit sebesar Rp. 500.000.000,- dan paling banyak Rp. 2.500.000.000,-.

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Simpan Sabu Seberat 1,82 Gram,Mahasiswa ini Diciduk Polisi

Berita

Laka Lantas di Manggarai Dua Pemotor Tewas di Tempat

Berita

Bupati Karimun: 40 Ribu Paket Sembako Tahap Kedua akan di Bagikan

Berita

Danramil Selatpanjang Ingatkan Masyarakat Jangan Bakar Lahan, Penjara 1.5 Tahun atau Denda 5 Miliar Menanti

Berita

Plt Bupati Asmar Sambut Kunjungan Gubernur Riau di Kepulauan Meranti

Kep Meranti

Andi : Pendidikan ABN Menjadi Semangat Untuk Besarkan Partai NasDem Di Meranti

Kep Meranti

Heboh Pemenang Mancing Mania Nusantara Selatpanjang Diduga Dapat Ancaman & Intimindasi Dari Oknum Panitia

Berita

Bangga! Akhirnya WASI Pecahkan 3 Rekor Selam Dunia
error: Content is protected !!