class="wp-singular post-template-default single single-post postid-264878 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Advertorial / Berita / Potret Timah

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:34 WIB

Praktisi Penambangan Timah Ichwan Azwardi Paparkan Tantangan dan Peluang REE Nasional

JAKARTA — Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar mendorong pengelolaan dan pengembangan industri logam tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat industri teknologi dan membuka peluang ekonomi baru.

Namun, langkah besar ini masih menghadapi persoalan mendasar, terutama terkait ketersediaan dan kejelasan data cadangan REE di Indonesia.

Praktisi Penambangan Timah, Ichwan Azwardi, menjelaskan bahwa REE sebenarnya telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai negara, khususnya negara-negara maju yang membutuhkan mineral ini untuk industri strategis seperti baterai kendaraan listrik, turbin angin, panel surya, hingga perangkat militer.

“Masalah terbesar dalam pengembangan industri REE nasional adalah ketiadaan cadangan REE yang terdata secara resmi. Secara global, Indonesia belum diidentifikasi sebagai negara yang memiliki cadangan REE, padahal potensi tersebut sebenarnya ada,” ujar Ichwan.

Baca Juga :  BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

Menurutnya, absennya Indonesia dalam daftar negara pemilik cadangan REE dunia membuat daya tarik investasi menjadi lemah. Investor maupun mitra internasional cenderung melihat negara dengan data cadangan yang jelas dan terverifikasi.

“Dengan tidak terinformasikannya Indonesia sebagai negara yang memiliki cadangan REE, maka akan sangat sulit menarik investor untuk masuk dan bekerja sama. Karena itu, eksplorasi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh,” tambahnya.

Ichwan menjelaskan bahwa banyak potensi REE di Indonesia berada pada mineral ikutan timah. Selama ini, mineral ikutan tersebut belum tergarap optimal, padahal dapat menjadi pintu masuk untuk membangun industri REE dari hulu hingga hilir.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Menerima Kunjungan Delegasi WTC Utah Amerika Serikat

“Setelah eksplorasi dilakukan dan data cadangan diperoleh, tahap selanjutnya adalah proses operasi produksi yang harus mampu menjangkau mineral ikutan timah, termasuk REE. Ini akan membuka jalan bagi Indonesia untuk ikut bersaing dalam industri global mineral kritis,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM sendiri telah menargetkan percepatan hilirisasi mineral kritis, termasuk REE, untuk mendukung ketahanan energi dan teknologi masa depan. Namun, para praktisi menilai bahwa langkah tersebut membutuhkan fondasi data yang kuat serta kolaborasi lintas sektor agar industri REE Indonesia benar-benar dapat berkembang. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Kejati Kepri Tahan Dua Eks Kadis Pemprov Kepri

Berita

Menaker: Standar Kerja Layak Era Digital akan Jadi Acuan Penguatan Regulasi Ketenagakerjaan

Anambas

KMP Bahtera Nusantara 01 Berhasil Uji Coba Sandar di Pelabuhan Penyeberangan Letung di Kuala Maras

Berita

Pemkab Kuansing Tingkatkan Kualitas SDM Industri Rumah Tangga

Berita

Ancaman Serius bagi Ekosistem Laut Akibat Penambangan TI Apung di Perairan Karimun

Berita

Diguyur Hujan, Hotspot Di Riau Merosot

Berita

Ada yang Mengklaim Tanah Milik Pribadi? Ternyata Aset Pemkab Meranti

Berita

Polsek Tambang Bersama TNI dan Satpol PP Cek Lokasi Galian C Diduga Ilegal
error: Content is protected !!