class="wp-singular post-template-default single single-post postid-267742 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Bisnis / Energi / Finansial / Karimun

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:26 WIB

Ancaman Serius bagi Ekosistem Laut Akibat Penambangan TI Apung di Perairan Karimun

Karimun – Upaya pemerintah Kabupaten Karimun mengoperasikan Tambang Timah Apung (TI Apung) di perairan laut Karimun, Kepulauan Riau akan berisiko tinggi merusak lingkungan. Ancaman utamanya meliputi kerusakan terumbu karang, kekeruhan air laut, dan berkurangnya hasil tangkapan nelayan.

Melihat sisi negatifnya, banyak sekali yang harus diperhatikan oleh masyarakat di antaranya kerusakan ekosistem laut, terganggunya jalur mobilitas nelayan tradisional yang tidak dapat beroperasi karna adanya ponton, pencemaran air laut akibat minyak yang tumpah, pencemaran udara karena mengeluarkan asap yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, serta pencemaran suara karena adanya suara dari mesin ponton itu sendiri yang lumayan keras hingga terdengar dari jarak kurang lebih sekitar 100 meter dari lokasi TI apung, serta menyebabkan abrasi pantai semakin kuat dan terjadi perubahan garis pantai yang semakin mengarah ke daratan.

Dari berbagai dampak negatif yang di timbulkan dari TI apung ini yang memprihatikan adalah kerusakan ekosistem laut yang mengakibatkan para nelayan sulit untuk menangkap ikan. Apabila di lihat dari pendapatan nelayan Karimun meraka rata-rata berpenghasilan di bawah upah minimum.

Baca Juga :  Ekosistem Laut Terjaga, PT Timah Laksanakan Penambangan Berkelanjutan

Penghasilan nelayan ini sangat kecil apa bila di bandingkan dengan penghasilan penambang TI apung. Aktivitas penggalian dan pembuangan sedimen menyebabkan perairan di sekitar penambangan menjadi keruh dan terbawa hingga mencapai daerah terumbu karang yang mengakibatkan pada pertumbuhan ekosistem di laut.

Ikan-ikan menjadi mati karna sedimen dan terkadang tercemar karna tumpahan minyak. Dengan pencemaran laut ini membuat hasil tangkapan menjadi kurang maksimal dari yang sebelumnya.

Dampak ini membuat mata pencaharian nelayan punah dan meraka susah untuk mendapatkan pekerjaan di masa sekarang dengan latar belakang Pendidikan yang bisa di bilang kurang baik karna kebanyakan hanya tamatan smp bahkan ada yang tamatan sd ini membuat nelayan resah karena mereka harus memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang bila tidak mencari ikan di laut.

Baca Juga :  Polres Karimun Tangkap Penjual Chip Aplikasi Higgs Domino

BUMD Karimun dan KMP Bakal Keruk Pasir Timah dari Bibir Pantai Hingga 1 Mil

Seperti yang diberitakan media lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun berupaya menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tambang timah yang dieksploitasi PT Timah melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Karimun.

Potensi pendapatan yang dimaksud Bupati Iskandarsyah adalah kerjasama eksploitasi pasir timah antara PT Timah Tbk dengan BUMD dan Koperasi Merah Putih (KMP) mulai dari bibir pantai sampai 1 mil ke laut.

Iskandarsyah menegaskan, apa yang akan didorong oleh Pemkab Karimun terkait kerjasama antara PT Timah dengan BUMD atau Koperasi Merah putih nantinya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami yakin, ini ada dampak positif yang besar buat masyarakat Karimun, khususnya masyarakat nelayan yang mendiami wilayah pesisir. Perlu kita ketahui, kantong-kantong kemiskinan di Karimun itu rata-rata di pesisir pantai,” jelas Iskandar.***

Share :

Baca Juga

Berita

Operasi Patuh 2026 Bakal Digelar mulai 8 Sampai 21 Juni

Ekonomi

Sepekan Kedepan SPBU Karimun Alami Kekosongan Premium

Ekonomi

Kios Pasar Sri Karimun Disewakan Hingga Rp 20 Juta, Perusda Lakukan Penataan Ulang

Berita

PT TIMAH Raih Dua Penghargaan dalam Top Digital Awards 2024

Advertorial

DPRD Bengkalis Sampaikan Laporan Banggar terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

Berita

Berikan Kompensasi Listrik 24,6 T ke PLN, Pemerintah Hadir Lindungi Rakyat Dalam Pemulihan Ekonomi

Batam

Hari Pertama Kerja,152 PNS Tak Masuk Kantor

Berita

Bertemu Menpora, Bupati Asmar Sampaikan Usulan Rehab Stadion Mahmud Jalal
error: Content is protected !!