class="wp-singular post-template-default single single-post postid-243535 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / NTT

Kamis, 13 Oktober 2022 - 20:34 WIB

PT Floresko Kerjakan Proyek Miliaran Jalan Lambur-Kotok Terkesan Asal Jadi

Labuan Bajo – Proyek peningkatan ruas jalan Lambur-Kotok yang dikerjakan oleh PT Floresko dengan nilai kontrak sebesar Rp 11,720.365.000,00 tahun anggaran 2022 yang bersumber dari pinjaman daerah terkesan asal jadi.

Bagaimana tidak, pantauan awak media ini pada Kamis 13 Oktober 2022 di lokasi terlihat beberapa titik sudah ada yang ditambal dan titik yang lain juga sudah berlubang. Padahal pekerjaan tersebut masih dalam tahap Pelaksanaan.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan penyebab utama jalan Hotmix tersebut keropos karena PT Floresko memaksa hampar Ampnya saat hujan. Kemudian, suhunya aspalnya juga terlalu tinggi sehingga daya perekatnya hilang.

“Kami sempat tanya kepada salah satu konsultan terkait aspal yang bisa di cungkil pakai tangan itu alasannya apa? Konsultan tersebut memberikan penjelasan ke kami bahwa itu karena suhu aspalnya terlalu tinggi sehingga perekatnya hilang. Ibarat kalau kita menggoreng kopi kalau terlalu hangus pasti rasanya tidak enak”, jelas sumber tersebut.

Baca Juga :  Empat Pejabat Bea Cukai Batam Jadi Tersangka

Selain itu, sumber tersebut juga menjelaskan terkait beberapa titik yang terlihat gelombang karena getaran fibronya tidak maksimal. PT Floresko juga terkesan kejar waktu dalam mengerjakan proyek tersebut sehingga mereka terpaksa hampar AMP saat hujan yang menyebabkan hotmixnya keropos.

Dikatakan, agregat yang di pakai PT Floresko juga diduga agregat yang diambil dari kuari yang tak berijin, yakni di kali Wae Tajang, kampung Rejing, desa Compang Kules, kecamatan Kuwus Barat yang sempat di demo oleh warga setempat. Sementara kuari yang di instruksikan dalam RAB di kali Wae Longge.

“Kami tidak puas dan kecewa hasil pengerjaan ini pak. Ini kelihatan Hotmix rasa lapen”, tuturnya.

Baca Juga :  Buronan Kasus Korupsi Dermaga Kabupaten Lingga Ditangkap Kejagung

Sementara, Bu Ester selaku GS (General Supertenden) PT Floresko saat dikonfirmasi mengatakan terkait dengan aspal yang keropos itu kami segera lakukan perbaikan. Sedangkan untuk agregatnya itu sudah melalui pengujian lab di PU dan agregatnya juga masuk spesifikasi sesuai yang disyaratkan.

“Kalau ditanya ke orang awam jawabnya pasti seperti itu, tolong pak di cek kembali karna kami sudah melakukan pengujian di laboratorium PU dan agregat kami sudah sesuai spesifikasi yang disyaratkan,” ungkap Ester.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Manggarai Barat, Yos Suhandi saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan nanti mereka juga perbaiki.

“Blm selesai juga kerjanya, kalau rusak pasti diperbaiki,” ungkap Yos Suhandi.**

 

Share :

Baca Juga

Berita

Aksi Pembokaran Pilar Tanah Nanga Banda Reok Menuai Kritikan Pedas Dari Syuratman SH

NTT

PT. SMI Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal Di Proyek APBD

NTT

PERSAMBA Absen di Turnamen ETMC Lembata Tahun 2022

Berita

Rapat Persiapan Diskusi Publik Menyambut Hari Sumpah Pemuda

Nasional

Lorens Logam Ancam Segel Kantor Dinas PKO

NTT

Pelabuhan Tenau Kupang Raih Penghargaan Green Port, Gubernur Vbl Berikan Apresiasi

NTT

PEDAGANG IKAN DILATIH UNTUK BERJUALAN DI KAWASAN PANTAI KELAPA LIMA

NTT

Usai Diberitakan, Kades Manong Tuntaskan Pengerjaan Telford
error: Content is protected !!