Ternyata Jumlah Penumpang Kapal Tenggelam di Anambas Bertambah Jadi 57 Orang

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjungpinang — Jumlah penumpang Kapal KM. Samarinda yang tenggelam di perairan Matak Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau pada Jum’at (26/7) sore, bertambah menjadi 57 orang.

Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Natuna, Budiman mengatakan pada Minggu (28/7) pagi, penambahan itu terjadi setelah dilakukan pengecekan data penumpang yang sebelumnya dilaporkan pihak syahbandar.

“Bertambah jadi 57 orang dari 40 penumpang. Setelah petugas kita lakukan pendataan di lapangan, karena penumpang yang selamat ada yang pulang ke rumah setelah di evakuasi,” kata Budiman.

Budiman mengatakan, Kapal KM. Samarinda 7 GT yang mengangkut penumpang dari pelabuhan Tarempa tujuan Matak tersebut tidak memiliki manifes penumpang dan over kapasitas.

“Tidak ada manifest penumpang, kita sulit untuk mendata jumlah penumpang,” katanya.

Budiman menyebut, meski jumlah penumpang kapal yang tenggelam bertambah, korban jiwa tetap 3 orang. Dengan begitu, ada 27 orang yang masih dirawat di rumah sakit, dan 27 orang yang sudah pulang ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Pemali Boarding School PT Timah, Langkah Awal Rival untuk Mewujudkan Cita-cita

Berikut nama 57 penumpang Kapal KM. Samarinda beserta statusnya:

A. Korban yang dirawat : 27 orang
RSUD PALMATAK :
1. Sarinta
Umur: 18 tahun
Alamat : Payalaman

2. Aziraini
Umur : 24 tahun
Alamat: Payamaram

3. Jusri Irawan
Umur : 18 tahun
Alamat : Teluk Sunting

4. Rik Atik
Umur : 20 tahun
Alamat : Payalaman

5. Maya
Umur : 33 tahun
Alamat : Payamaram

6. Richa
Umur : 22 tahun
Alamat : Payalaman

7. Nursahwinada
Umur : 17 tahun
Alamat : Payalaman

Baca Juga :  Polsek Tebing Amankan Pelaku Pencurian HP & Perhiasan Emas

8. Erni Dealisma
Umur : 33 tahun
Alamat : Payalaman

9. Bripka Andreas
Umur : 39 tahun
Alamat : Putik

10. Hardiansyah
Umur : 43 tahun
Alamat : Tarempa

11. Bripka Robinhot Sinaga
Umur : 38 tahun
Alamat: Batu ampar

12. Erni rosita
Umur : 34 tahun
Alamat : Langir

13. Azriel
Umur : 30 tahun
Alamat : Langir

14. Aidan
Umur : 2 tahun
Alamat : Ladan

15. Erni ( Ibu Fajri )
Umur : 50 tahun
Alamat : Desa Putik

16. Gayatri
Umur : 35 tahun
Alamat : Payamaram

17. Novita
Umur : 24 tahun
Alamat : Tarempa

18. Januati
Umur : 61 tahun
Alamat : Tarempa

19. Chamariana
Umur : 33 tahun
Alamat : Putik

20. Alfio anugrah
Umur : 10 tahun
Alamat : Putik

 

 

Source: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
Sambut 1 Muharam 1448 H, Bupati Asmar Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial
PLN Watch: Perusahaan Internet Dilarang Pakai Tiang PLN tanpa Izin
ILC Adopsi Standar Internasional untuk Pekerja Platform, Menaker: Pelindungan dan Inovasi Harus Berjalan Bersama
Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi
Polres Karimun Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Vape Liquid, Sabu dan Pil Ekstasi
Warga Lansia yang Hilang 27 Jam di Selatpanjang Ditemukan dalam Keadaan Sehat
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:29 WIB

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

Senin, 15 Juni 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Senin, 15 Juni 2026 - 09:31 WIB

Sambut 1 Muharam 1448 H, Bupati Asmar Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:41 WIB

PLN Watch: Perusahaan Internet Dilarang Pakai Tiang PLN tanpa Izin

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:34 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional untuk Pekerja Platform, Menaker: Pelindungan dan Inovasi Harus Berjalan Bersama

Berita Terbaru