Tragedi Kapal TKI Karam Kembali Terulang, 30 WNI Hilang

- Jurnalis

Selasa, 24 Januari 2017 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Batam – Otoritas Malaysia mengonfirmasi kematian 10 orang dalam musibah kapal tenggelam di Tanjung Leman, perairan selatan Malaysia, Senin (23/1). Tim SAR (Search dan Rescue) gabungan memastikan operasi pencarian dan penyelamatan korban berlangsung hingga Selasa (24/1) ini.

Badan Penegak Hukum Maritim (MMEA) dan Rescue Perairan Johor Bahru mengevakuasi enam jenazah perempuan dan empat jasad lelaki yang terdampar di pesisir Kota Mersing pada Senin pagi. Sekira 30 orang diduga kuat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang.

“Kami yakin terdapat 40 warga Indonesia di kapal itu, yang seluruhnya pendatang gelap,” ujar Deputi Direktur MMEA Distrik Selatan, Saiful Lizan Ibrahim.

Kapal feri nahas itu diyakini bertolak dari Batam menuju Malaysia saat karam di Tanjung Leman. Penyebab tenggelam disinyalir kelebihan muatan, cuaca buruk, atau ombak besar. Dua penumpang ditemukan masih hidup.

“Kami menerima informasi dari nelayan setempat sekira pukul 09.00 pagi. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” kata Saiful menambahkan.

Seturut penemuan korban selamat, otoritas Malaysia mengintensifkan pencarian di Mersing dan sekitarnya, dengan areal sejauh lima mil dari pinggir pantai. Menurut keterangan Saiful, lebih dari 70 personel dilibatkan dalam misi SAR ini.

Insiden ini bukan kali pertama terjadi. Sebuah speedboat yang diyakini mengangkut pekerja migran asal Indonesia tenggelam di perairan belahan selatan Singapura saat berlayar dari Malaysia menuju Batam, November 2016. Lebih dari 40 penumpangnya dilaporkan hilang. (HN)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Ditjen Imigrasi Copot Kakanim Batam Buntut Kasus Pungli Wisatawan Asing di Pelabuhan
Ditjen Imigrasi Kepri Akui Oknum Pegawai Imigrasi Batam Terlibat Dalam Kasus Pemerasan WNA
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal di Pulau Panjang
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Kamis, 2 April 2026 - 09:45 WIB

Ditjen Imigrasi Copot Kakanim Batam Buntut Kasus Pungli Wisatawan Asing di Pelabuhan

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:22 WIB

Ditjen Imigrasi Kepri Akui Oknum Pegawai Imigrasi Batam Terlibat Dalam Kasus Pemerasan WNA

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Berita Terbaru