LIPUTANKEPRI,OPINI:“ sebuah negara dikatakan maju, apabila memenuhi 3 aspek berikut : yang pertama pendidikan,yang kedua kualitas hidup,yang ketiga adalah hukum. Jika ketiga nya sudah sesuai, dan mampu berjalan beriringan,maka saya yakin, indonesia dapat menjadi negara maju” kata Bapak Hermawan, Pustakawan (2014). Mengapa pendidikan menjadi aspek pertama dalam sebuah negara ? karena pendidikan di sebuah negara merupakan cerminan kualitas sumber daya manusia di negara tersebut.
Pendidikan di wilayah terdepan khusus nya kepulauan riau masih rendah. Faktor yang menyebab kan rendah nya pendidikan di kepulauan riau adalah : yang pertama adalah sumber daya manusia yang meliputi masyarakat ( budaya,ekonomi), pendidik (skill), siswa (minat baca,gizi dan nutrisi.
Yang kedua infrastruktur yang meliputi transportasi,fasilitas,bangunan,buku bacaan dan listrik. Dari data yang kami dapatkan dari mahasiswa/i fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Maritim Raja Ali Haji. mewakili 7 kabupaten yang ada di Kepulauan Riau, dapat kami simpulkan bahwa pendidikan di kepulauan Riau masih rendah.
Evi, mahasiswi jurusan ilmu hukum yang berasal dari batam mengungkapkan Infrastruktur bangunan,transportasi, listrik sudah baik. Hanya salah satu pulau “Rempang Galang Barelang” Dimana di daerah tersebut kurang diperhatikan masalah pendidikannya. Dimana di daerah tersebut terdapat sekolah namun tenaga pendidiknya kurang karena daerah tersebut bisa disebut daerah terpencil. Oleh sebab itu infrastrukturnya masih kurang, tidak ada perpustakaan dan komputer yang memadai. dan bukan hanya di daerah tersebut dibatam juga masih terdapat beberapa sekolah yg menumpang di gedung sekolah lain. Karena gedung baru masih dalam pembangunan.
Sama hal nya dengan Sinta, mahasiswi jurusan sosiologi, asal Tg. Pinang. Sinta mengungkapkan, fasilitas sekolah di Tg.Pinang sudah memadai, hanya saja di wilayah kampung bugis, komputer nya kurang,bangunan sekolah bagus, tersedia perpustakaan namun minat baca siswa masih kurang
Mahasiswi asal natuna, jurusan ilmu pemerintahan,pratiwi mengungkapkan transportasi ke sekolah menggunakan bus dan motor,infrastruktur bagus,buku bacaan lengkap,fasilitas sudah bagus hanya saja komputer kurang memadai, sedangkan listrik hanya hidup dari jam 5 sore sampai jam 7 pagi, pada saat praktik menggunakan komputer listrik hidup dengan menggunakan mesin jingset milik sekolah.
Narasumber yusnardi,mahasiswa ilmu pemerintahan asal Anambas.yusnardi mengungkapkan askes ke sekolah menggunakan motor. Hanya saja anak-anak dari pulau Bayat, mereka melalui jalur laut, ongkos 5 ribu pergi dan pulang.
Perpustakaan ada dan buku-buku lengkap,insfrastruktur baik,listrik 24 jam. Minat baca bagus, karena sekolah mempunyai program yaitu mewajibkan siswa/i membaca dalam satu minggu. Pendidik,ada pendidik pada saat memberi penjelasan,saya tidak paham sehingga saya tidak mengerti apa yang dia sampaikan.”Ungkap yusnardi”
kualitas guru masih harus ditingkatkan. Hal ini bukan berarti bahwa kualitas guru rendah. Akan tetapi, masih sedikitnya guru yang memiliki kualifikasi yang layak. Syarat menjadi seorang guru bukan hanya sekedar pandai. Namun seorang guru harus bisa menyampaikan apa yang ia ketahui, apa yang ia pahami tentang mata pelajaran tertentu, dan membuat siswa paham dengan pelajaran yang di ajarkan. Seorang guru harus bisa memahami siswa, membuat suasana belajar yang menyenangkan. Dan memiliki pengetahuan yang luas bukan hanya mata pelajaran yang ia ajarkan namun mengerti dengan segala hal.
Informasi lain mengenai pendidikan di Kepulauan Riau, kami dapatkan dari narasumber lain. Sudarmiati, mahasiswi asal Lingga. Lingga Utara,Pancur. Sudarmiati menggungkapkan, pendidikan di Lingga dalam tahap pemerataan, mengingat kondisi geografis Kabupaten Lingga yang terdiri dari banyak pulau.
Masih banyak yang semangat untuk sekolah, namun karena akses menuju sekolah harus menyebrangi laut mereka jadi tidak semangat untuk sekolah karena kondisi geografis. Ongkos menggunakan tranportasi laut sebesar 4 ribu, dan waktu yang di tempuh paling lama 30 menit.
Sudarmiati juga mengungkapkan, masih banyak di pulau-pulau guru yang mengajar di sekolah tamatan SMA. Fasilitas sekolah kurang memadai. Mengenai minat baca siswa/i Lingga pasti minat, hanya saja perpustakaan umum yang kurang disana, sedangkan perpustakaan di sekolah sudah baik. Bangunan sekolah masih ada yang tidak bagus, karena masih ada sekolah yang tidak menggunakan keramik hanya beralaskan semen saja. Fasilitas seperti komputer ada,akan tetapi, listrik kalau siang tidak hidup. Dan kadang-kadang guru yang mengajar komputer tidak ada. Harapan sudarmiati untuk pendidikan di Kabupaten Lingga semoga lebih di perhatikan oleh pemerintah.
Memaksimalkan profesi guru agar tidak ada lagi guru yang mengajar tidak sesuai bidang nya. Mengenai tranportasi semoga lebih di perhatikan lagi karena transportasi yang digunakan adalah pompong kecil dan sudah lama tidak di ganti. Harapan yang paling besar, semoga dinas pendidikan bisa mengatur segala keperluan dalam proses belajar dan mengajar secara merata agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas.
Beralih ke narasumber yang berasal dari bumi berazam, Tg. Balai Karimun tepat nya di Tg. Batu. Ema mengungkapkan “Masyarakat sekarang di Tg. Batu mementingkan pendidikan, minimal itu lulus SMA atau S1, Kemampuan guru sudah bagus, minat baca di Tg.Batu masih kurang karena kurangnya ketersediaan perpustakaan. Perpustakaan disana ada cuman tempat nya terpencil dan jarang orang-orang datang kesana, sedangkan bahan bacaan perpustakaan di sekolah sudah cukup, listrik sudah bagus,transportasi meuju ke sekolah sudah mudah ada yang menggunakan angkot dan kendaraan pribadi. Bangunan sekolah sudah bagus,dan perpustakaan ada di masing-masing sekolah.
Nurhatijah,mahasiswi jurusan ilmu hukum, berasal dari Bintan,tepat nya di Teluk Bintan. Nur mengungkapkan “bangunan dan fasilitas sekolah sudah cukup baik, minat baca alhamdulillah sudah semakin meningkat,listrik sudah cukup baik,untuk hasil SDA, sebagian besar di Bintan menyebar petani karet dan kelapa di beberapa tempat. Kemudian, untuk musiman, Bintan pengasil durian terbesar.
Sampai-sampai Bintan sendiri mengadakan event durian party. Kemampuan guru sudah cukup baik dengan di bantu apresiasi sekolah yang cukup baik. Nur mengharapkan,pendidikan di Kepulauan Riau ke depan nya tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas akan tetap juga bermoral.
Dari data yang kami peroleh, dapat kami simpulkan faktor utama yang mempengaruhi penyebab pendidikan daerah terdepan khusus nya Kepulauan Riau rendah adalah : Sumber daya manusia dari segi minat baca siswa/i dan infrastruktur dari segi media belajar(komputer) juga perpustakaan yang masih kurang,dan lokasi perpustakaan yang tidak strategi. Minat baca siswa/i dan fasilitas pendukung seperti perpustakaan adalah dua hal yang saling berkaitan. Hal tersebut lah yang menyebabkan literasi di Kepulauan Riau masih rendah yang berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di Kepri
Berbicara dalam konteks literasi, sebenarnya bukan hal yang asing lagi dalam tradisi Melayu, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau. Tercatat dengan tinta emas dalam lembar sejarah, bahwa dari pulau kecil Penyengat, Tanjungpinang, telah lahir tokoh berlian, seorang sastrawan religius Raja Ali Haji (1808-1987), yang sangat produktif berkontribusi dalam bidang literasi di Indonesia. Percikan pikiran bernas dan kedigdayaan goresan pena Raja Ali Haji dalam bidang literasi tak diragukan lagi kepopulerannya.
Hal ini dapat dilihat dari karya monumental Gurindam Dua Belas, Tuhfat aN – Nafs, Mukaddimah fil Intidzam dan puluhan mahakarya lainya, yang telah menjadi peninggalan adiluhung dalam khasanah intelektual bangsa, serta telah menjadi rujukan dalam dunia akademis. Nyata nya minat baca di era digital saat ini sudah memudar, yang menjadi daya tarik bagi anak-anak bukan lagi kegiatan literasi (baca-tulis),tergusur oleh trend gawai budaya instan yang berakibat fatal dapat menurunkan minat sahwat dalam berliterasi.salah satu contoh nyata dari narasumber, khusus nya perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum. seharusnya , perpustakaan menjadi urat nadi pembelajaran dan jantung literasi di sekolah, dimana siswa-siswi membaca buku, kini berubah menjadi sepi karena berbagai sebab.
Salah satu nya penyebab nya adalah lokasi perpustakaan yang sulit di jangkau dan perpustakaan yang belum memadai yang berpengaruh terhadap minat baca peserta didik dan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Riau.
Marilah terbuka,apakah keadaan ini akan terus di biarkan? Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam menuntaskan masalah pendidikan di daerah terdepan khusus nya Kepulauan Riau. Pemerintah membutuhkan kerja sama dari berbagai lapisan masyarakat agar dapat memenuhi portensi nya dalam menghadapi tantangan global. Semoga pemerintah bisa mengatur dan membangun,juga meningkatkan pendidikan serta budaya literasi daerah terdepan khusus nya Kepulauan Riau, agar melahirkan generasi yang cerdas,bermoral dan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung peningkatan ekonomi di Kepulauan Riau.
Penulis : Ersa Mayola, Tri Putri Rotua Limbong, Diana, Irsyad
Mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Universitas Maritim Raja Ali Haji








