LIPUTANKEPRI.COM,Meranti – Program nasioal penyediaan minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) Ke-III di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti dikeluhkan sejumlah warga.
Pasalnya, proyek yang merupakan salah satu program pemerintah pusat bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesa atau kelurahan dan meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun atau menyediakan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,Senin 14/01/2019.
HF (43) warga setempat berserta sejulmah masyarakat lainya saat berbincang bincang kepada media ini minggu lalu di salah satu pelabuhan dikota selatpanjang, sangat disayangkan proyek yang dibiayai melalui Anggaran APBD anggaran tahun 2017, senilai ratusan juta dan ditambah lagi 10 persen dari dana ADD, sia-sia dan tidak bisa bermanfaat.

“Sejak awal dikerjakan pada tahun 2017 lalu hingga tahun 2019 ini, Pasimas didesa kami tidak kunjung di serah terima, lantaran akses atau pipa saluran air kerumah warga tidak dikerjakan, selain itu mesin dan tengki air juga tidak dipasang,” kata sumber.
“Menurut infomasi yang kita dapat terkait hal ini kepala desa sudah bekali kali-kali, namun pak kades tidak menangapi dan mengindahkan panggilan, singga sampai saat ini permasalahan pasimas melum membawa titik terang,” jelas sumber.
Lanjutnya, mereka juga sangat mengharapkan melalui media ini bisa menyampaikan keluhan-keluhan warga kepada pemerintah daerah,provinsi serta pemerintah pusat, agar mendapat perhatian serius hal tersebut, agar segera turun langsung memantau ke tempat pelaksanaan proyek tersebut dan memangil yang bersangkutan.
“Program pemerintah untuk masyarakat jelas-jelas tidak dapat dirasakan lantaran dikerjakan asal-asalan dan terkesan dijadikan tempat pencucian uang untuk mencari keuntungan lebih untuk kepentingan pribadi, kelompok (koorporasi) tanpa mengutamakan kwalitas dan kwantitas,”Tutup sumbet.
Sekdes desa Gemala Sari “Irfan” ketika dikonfirmasi melalui via telpon membenarkan bahwa pasimas tersebut belum bisa difungsikan.
“Ya, belum dipungsikan, kemaren kendalanya kualitas air tidak bagus, untuk lebih jelasnya lagi konfirmasi sama pak kades karena dia lebih tau,” kata Irfan.
Sementara itu kepala Desa Gemala Sari”Syaiful” ketika dikonfirmasi media ini berkali kali di telpon tidak diangkat begitu pula ketika dilayangkan pesan singkat tak kunjung ada jawaban hingga berita ini diterbitkan.(Tmy)








