Liputankepri.com, SELATPANJANG , -Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Meranti Telah berhasil mengembangkan Kopi Liberika Rangsang Meranti.Kopi inipun, sangga Subur di dataran rendah di Pulau Rangsang Termasuk Kecamatan yang ada Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Kita akan mencanangkan kedepan Kopi kita di Kabupaten Meranti Sebagai Argro Wisata kopi Liberika Rangsang Meranti dan saat ini ada pengembangan bantuan bibit pengembangan Kopi yang ada di Wilayah Kita,” papar
Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir R. Ach. PRASETYO T. MM Melalui Sudarmadi SP Msi Kepala Bidang Perkebunan Jumat (21/4)
Dijelaskan Sudarmadi Kopi Liberika sanggat ramai di Gemari Manca Negara Asing termasuk Pengusaha Lokal, Varietas kopi jenis liberika yang ditanam para petani di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, berasal dari negeri jiran Malaysia Memang Pantas di acungi Jempol Pasalnya Kopi dari Negeri Pengasil Sagu sudah di Gemari Manca Negara.
“Itu makanya, warga negeri jiran lebih suka kopi Meranti dan Warga Singapura sudah melirik Kopi Meranti. Jika dibanding pasar di dalam negeri sendiri, “bebernya.
Sementara itu, Pengurus Idikasi Giograpis Masyarakat Peduli Liberika Rangsang Meranti (MPKLRM) Ketua Alhakim,Spd mengatakan saat ini Masyarakat sanggat lah mengiginkan pengembangan perluasan area Kopi Liberika Meranti yang di akui oleh Mentri Pertanian dan juga diakui oleh Mancanegara.
“Mengingat Perluasan Masih Banyak yang Layak di tanam Kopi maka mengharapkan dengan Pemerintah untuk Mengembangkan Kopi Liberika Rangsang Meranti, Karena Kopi tersebut di sarankan bisa di tanam Seperti di area Kelapa dan Pinang,karena Kopi di butuhkan Pohon Penaung,”ungkapnya

Hal senada juga di sebutkan Oleh Pengurus (IG) Al Amin Spd Mengatakan Pegembangan Liberika Meranti kopinya Sanggat Bagus, Citra Rasa baik Bagus juga mendekati Kopi Arabika, sudah di uji oleh Puslit KoKau (Pusat Peneliti Kopi dan KaKau Indonesia). paparnya.
“Untuk menjaga area Kopi agar tidak tergenangi air asin maka (MPKLM) mengaharapkan di bagunan pintu air klip dan water menajemen, agar air asin tidak masuk mengenangi area perkebunan Kopi, mengingat areal kopi kita di dataran rendah,,”ungkap Al-Amin.
Lanjudnya ,untuk tahap Promoisi kami sudah membuat brosur untuk pasaran agar mudah para pengusaha serta pembeli Lokal bisa langsung melihat brosur kami di dalam terdapat Citra rasa serta budidaya dan panen,serta hasil uji pisik
Hal Senada di paparkan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir R. Ach. PRASETYO T. MM menyebut Kepada Haluanriau , kopi liberika daerah Negeri berjuluk Kota Sagu tersebut lebih diterima di pasar luar negeri.
“Di Malaysia, harga kopi yang dibudidayakan oleh warga di Meranti cenderung lebih tinggi dibanding dengan pasar lokal bahkan sudah di Lirik Negera Singapura pada Batam Expo kemaren,” terangnya
“Varietas ini dianggap mempunyai cita rasa dan aroma khas, berbeda dengan kopi liberika daerah lain di Indonesia,” ungkap Prasetyo mengakhiri Wawancara.(Zuin).
Reporter : Zuin
Editor : Paan










