- Ratusan Santri TPQ Menjadi Peserta Festival
liputankepri.com, Karimun – Dalam rangka melatih serta meningkatkan bakat dan belajar anak mempelajari ilmu agama islam, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Provinsi Riau, menggelar Festival Anak Sholeh bagi para santri Taman Pendidikan Al quran (TPQ) di Masjid Nurul Jami’ Desa Prayun, Kecamatan Kundur, Karimun, Jumat (18/8/2017).

Kegiatan yang bertema “Generasi Islam, Karya Untuk Negeri”, mendapat respon dan dukungan yang besar dari masyarakat sekitar. Ratusan santri TPQ Masjid Nurul Jami’, antusias mengikuti Festival Anak Soleh yang diadakan oleh para mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KK).
Berbagai kegiatan di perlombakan selama dua hari, diantaranya lomba Adzan, Hafalan Surat Pendek, Hafalan doa sehari- hari, Praktek sholat shubuh, Lomba lagu Islami dan Kultum.
Seperti disampaikan Ketua Pelaksana, Ulfi Faticha mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiataan tersebut untuk melatih serta meningkatkan bakat dan belajar anak dalam mempelajari ilmu agama islam.
“Alhamdulillah, antusias anak- anak TPQ Nurul Jami’ sangat luar biasa, ada sekitar 137 peserta yang mendaftar untuk ikuti perlombaan. Tujuan kita untuk berbagi ilmu kepada anak- anak ini,” ujar Ulfi kepada wartawan, Jumat (18/8).
Dirinya juga mengatakan, kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan dan kerjasama pihak Masjid Nurul Jami dan Masyarakat Desa Perayun, Kecamatan Kundur.
Ulfi berharap, setelah mengikuti perlombaan yang dilaksanakan oleh mahasiswa kelompok KKN Desa Perayun UIN Suska Riau, dapat memberikan kesan dan manfaat bagi anak – anak peserta lomba.
“Kita harapkan peserta lomba ini nantinya bisa menjadi santriwan dan santriwati yang memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas mengenai agama dan bisa mengaplikasikan setiap perlombaan yang mereka ikuti dalam kehidupan sehari- harinya,” kata Ulfi
Hal senada juga di sampaikann Sekretaris Kelompok KKN Desa Perayun UIN SUSKA, Riau, Nurhayani. Dia mengatakan pengaruh dalam pergaulan bagi generasi muda semakin memperhatinkan, diharapkan dengan kegiatan seperti ini dapat menyaring bahkan menjadi benteng terhadap pengaruh pergaulan.
“Dengan memulai pembinaan sejak usia dini diharapkan akan menjadi anak yang saleh, alim, faqih dan bisa mandiri. Kegiatan ini bermanfaat dan positif untuk pembentukan generasi muda yang memiliki akhlak yang mulia,” katanya.
Sementara Kepala Desa Prayun, Heri Santosa, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa. Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa tersebut sangat positif, dan diharapkan bisa melahirkan anak- anak yang soleh dan soleha.
“Kehadiran mereka di Desa kami sangat membantu dengan program- program yang telah dilaksanakan. Salah satunya kegiatan Festival Anak Soleh ini, yang dimana anak- anak akan termotivasi untuk lebih belajar agama,” katanya dihubungi wartawan, Jumat (18/8) sore. (***)








