class="wp-singular post-template-default single single-post postid-21023 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Bintan / Featured / Kepri

Jumat, 9 November 2018 - 10:15 WIB

KJRI Deportasi 153 TKI Ilegal dari Malaysia Melalui Pelabuhan Tanjung Pinang

Liputankepri.com,Tanjungpinang – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) kembali memulangkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak resmi dari Malaysia.

Pemulangan sebanyak 153 yang terdiri dari 78 laki laki, 69 perempuan, dan 6 orang anak-anak tiba matrii tadi melalui pelabuhan internasional Sri Bintan Pura.

Ditjen Imigrasi Ari Budijanto menuturkan mereka mengalami masalah perizinan atau non prosedural. Permasalannya kompleks. Namun kebanyakan karena surat izin yang tidak beres. Sehingga secara dipulangkan pemerintah Indonesia ke ke kampung halaman.

“Ini dikirim secara bertahap. Kita sudah beberapa pengiriman pada tahun ini sudah mencapai 6 hingga 7 kali dengan total kurang lebih 1200 orang,” ungkapnya ditemui saat memantau pendataan para TKI yang akan diantar ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kemensos Tanjungpinang, Kamis (8/11/2018).

Baca Juga :  Kapolda Kepri Kunjungi Lokasi Kebakaran

Ia menyebutkan yang tercatat TKI ilegal di Malaysia terdapat 5000 orang. Sehingga masih ada banyak TKI yang masih akan dipulangkan ke Indonesia melalui sejumlah jalur transportasi yang telah dipersiapkan.

“Mereka janji akan segera dipulangkan. Kita sifatnya menunggu saja. Tapi kalau mau dipulangkan semua 5000 kita juga siap saja. Ada tiga pelabuhan yang akan digunakan, ada di Nunukan, Tanjungpinang dan Entekong ada juga,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang TKI dari Jawa Timur Ernawati mengatakan bahwa ia hanya menggunakan paspor pelancong. Ia ke Malaysia hanya bertujuan berjumpa dengan suaminya. Namun ia kelamaan berada di sana hingga melampaui batas yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Polisi amankan dua orang pengedar sabu di kawasan Bakar Batu

“Namanya kangen sama suami. Lama gak ketemu kan. Jadi pengen ke sana jumpa,” ungkapnya.

Maria wanita asal Kupang merupakan satu dari para TKI lainnya yang memiliki izin lengkap. Hanya saja ia mengalami stroke dan tidak dapat beraktivitas bekerja di sana.

“Baru 10 bulan. Karena stroke begini pakai kursi roda. Kita balik kampung saja,” tutup Maria.***

 

Share :

Baca Juga

Featured

fm88 cung cấp các trò chơi eSports với tỷ lệ kèo cạnh tranh nhất – Trải nghiệm và cơ hội tuyệt vời cho game thủ

Featured

BC Gagalkan Penyelundupan Ribuan Batang Kayu Teki ke Malaysia

Featured

Bupati Karimun Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Desa Tulang

Karimun

Kantor KSP Golden Madani Sejahtera Secara Resmi Dibuka Bupati Karimun

Featured

Tahun 2019 Mendatang,Dana Desa di Kepri Bertambah Sebesar Rp39 miliar

Featured

Inilah Tarif Baru Biaya STNK & BPKB

Featured

[Nafsu Besar Tenaga Kurang] Jokowi Pangkas Anggaran Rp 68,8 T, Pemda Menjerit

Featured

Bukan Hanya Keuangan Karimun Mengalami Defisit,Daya Listrik Pun Defisit
error: Content is protected !!