Bengkalis, liputankepri.com – Dampak defisit anggaran dari pusat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat setempat, tetapi turut memberi efek lanjutan terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Bengkalis.
Sebagai APBD besar, Masyarakat mulai merasakan tekanan, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang menggantungkan hidup pada sektor informal, ( 17/2/2026).
Kondisi tersebut terlihat dari menurunnya kemampuan masyarakat dalam memperoleh penghasilan harian. Pekerja tanpa pendapatan tetap, pedagang keliling, hingga tukang ojek pangkalan mengaku mengalami penurunan pendapatan dalam beberapa waktu terakhir.
Melemahnya daya beli masyarakat serta berkurangnya mobilitas dinilai menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
Hasil penelusuran tim awak media di Roro Air putih Kabupaten Bengkalis, menunjukkan realitas sulit yang dihadapi para tukang ojek pangkalan. Sepinya penumpang menjadi keluhan utama, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari pun kini semakin berat.
Salah seorang tukang ojek pangkalan Ujang, mengatakan kondisi dahulu jauh berbeda dibandingkan sekarang.
“Sekarang penumpang sepi. Untuk makan sehari-hari saja sering tidak cukup,” ujarnya saat ditemui di pangkalan ojek kawasan Roro Air putih
Saat ditanya mengenai kemungkinan beralih ke layanan transportasi berbasis aplikasi, menyebut keterbatasan ekonomi sebagai kendala utama.
Menurutnya, kepemilikan telepon pintar serta biaya operasional tidak terjangkau bagi dirinya dan sebagian rekan sesama tukang ojek pangkalan.
“Jangankan beli handphone, untuk makan saja pas-pasan. Makanya kami tetap jadi ojek pangkalan,” tuturnya.
Kondisi tersebut mencerminkan masih adanya kesenjangan akses terhadap transformasi digital di sektor transportasi. Di tengah pesatnya modernisasi layanan, sebagian masyarakat belum mampu mengikuti perubahan akibat keterbatasan ekonomi dan sarana pendukung.
Keluhan serupa juga disampaikan Ijal, tukang ojek pangkalan lainnya di wilayah yang sama. Ia mengungkapkan beban ekonomi semakin berat karena harus membiayai tiga anak yang masih bersekolah.
Ijal menambahkan, Selain ojek online kadang kala petugas perhubungan pun ikut menjadi ojek di Roro Bengkalis, Kami berharap yang sudah ada gaji tetap janganlah mengganggu mata pencaharian tukang ojek tuturnya.
Pengamat sosial menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kebijakan perlindungan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dinilai harus lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan, khususnya bagi kelompok rentan yang bergantung pada penghasilan harian.
Jika tekanan ekonomi ini terus berlangsung tanpa intervensi yang tepat, dikhawatirkan akan memicu persoalan sosial yang lebih luas. Di tengah sulitnya penghasilan ketidakpastian ekonomi, masyarakat kecil kembali menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.**I Afrizal










