Buru – Himpunan Melayu Raya Karimun melakukan kunjungan ke kediaman Azmi warga di kelurahan Teluk Dalam Lubuk Puding Buru kabupaten Karimun,Kamis (23/01/20).
Kondisi keluarga Azmi yang tinggal di sebuah rumah gubuk bersama istri dan 9 anak di tengah kebun di RT 003 RW 002, sempat menjadi perhatian masyarakat karena tinggal di rumah gubuk yang tidak layak huni dengan kondisi yang memprihatinkan.
Dengan kondisi demikian,Himelaya Karimun, Karang Taruna dan juga perkumpulan Pantang Tak Hebat (PA TA HE) di dampingi Camat Buru, Lurah Buru serta Bhabinkamtibmas Polsek Buru memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang.
Azmi mengaku ketika di wawancara media ini usai menerima bantuan dari Himelaya mengatakan,rumah gubuk yang di tempatinya bersama keluarga selama ini berdiri di lahan milik salah warga Tionghwa.
“Saya belum memiliki tanah untuk dibangun rumah. Apalagi program rumah tidak layak huni hanya bisa diberikan kepada yang memiliki tanah hak milik,”kata Azmi.
Kendati demikian kata Azmi,selama ini pemerintah serta masyarakat dan juga pihak kepolisian telah banyak membantu kami,
“Program rumah tak layak huni pernah ditawarkan namun apalah daya saya tidak memiliki tanah, ini saja masih menumpang di lahan salah seorang masyarakat,
Selanjutnya jelas Azmi,dirinya pernah ada tawaran dari berbagai pihak untuk menghibahkan tanah kepada saya namun saya juga pikir pikir tentu mesti harus memiliki ketetapan hukum baru saya mau, artinya jelas tanah tersebut sudah ada surat atau sebagainya,”ucap Azmi
Sementara itu,ketua perhimpunan Melayu Raya Karimun Muhammad Firdaus mengatakan,kedatangan kami ini dalam bentuk kepedulian serta berbagi dengan keluarga ini.
“Kami ingin berbagi dengan keluarga ini dengan cara membantu sedikit meringankan beban keluarga ini. Kite semue bersaudare,”ucap Daus sembari memberikan bantuan sembako secara simbolis.
Selain bantuan sembako, Melayu Raya Karimun,Karang Taruna dan juga Patahe memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga Azmi guna membantu meringankan beban keluarga ini.*
(ronal)








