HNSI Lingga : Pembatasan Transportasi Membuat Nelayan Menderita

- Jurnalis

Selasa, 11 Mei 2021 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingga – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga mendesak pemerintah daerah memberi solusi terkait keadaan yang dialami oleh para nelayan, dimana saat ini para nelayan sulit menjual hasil tangkapan mereka.

Hal tersebut dikarenakan beberapa pengusaha penampung ikan memilih untuk berhenti beroperasi karena Transportasi Laut dibatasi oleh pemerintah.

Distrawandi selaku HNSI Kabupaten Lingga mengatakan, “tolong pemerintah dalam mengambil kebijakan perlu juga memikirkan masyarakat yang terdampak atas kebijkan tersebut. Dengan dibatasinya transportasi laut membuat beberapa sektor ekonomi terganggu, seperti yang dialami oleh nelayan di desa Sungai Pinang dan beberapa wilayah lainnya”, ungkapnya kepada awak media, Selasa (11/05).

Seharusnya ketika pemerintah membatasi transportasi, mereka juga perlu memberikan solusi kepada para nelayan yang sangat terdampak

Baca Juga :  Surat tanah Sporadik yang di keluarkan Kades Tanjung Irat menuai masalah

Jangan sampai ada pihak yang dirugikan dalam kebijakan yang akan diambil. Apalagi saat ini kita bersiap menyambut hari raya idul fitri, tentunya semakin menambah beban para nelayan yang notabene menjadi kepala keluarga.

Pemerintah Kabupaten Lingga kan punya Satgas dibidang Ekonomi, nah kenapa situasi seperti ini bisa terjadi?,

Ketika para penampung atau tengkulak tersebut memilih tidak membeli hasil laut dari pada nelayan, mungkin saja mereka masih bisa tidur nyenyak, tapi lain halnya kepada para nelayan yang menggantungkan hidup mereka dari hasil laut.

Kitakan sama-sama tau kalau sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Lingga sangat bergantung kepada transportasi laut, dimana hasil tangkapan nelayan acap kali dijual keluar daerah seperti kota Batam dan Tanjung Pinang. Jika dihentikan otomatis omset para nelayan akan menurun drastis karena mereka hanya dapat menjual hasil laut kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Diduga Curang Pilkades Kudung, Toni Gafar Lapor Ke Kejaksaan Lingga

“Kami dari HNSI Kabupaten Lingga akan terus menyuarakan jika kesulitan yang dihadapi para nelayan saat ini terus berada dalam situasi yang sama”, Tegas pria yang akrab disapa Wandi tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Lingga segera mengambil langkah cepat serta efektif agar nasib para nelayan menjadi lebih baik. Semoga kondisi memprihatinkan ini cepat berlalu”, tutupnya.**

(Ari)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru