Krisis Israel-Gaza, Gencatan Senjata Tak Kunjung Terwujud

- Jurnalis

Rabu, 19 Mei 2021 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas situasi krisis yang berlangsung di Israel dan Gaza berakhir tanpa konsensus pada Selasa (18/05). Ke-15 negara anggota gagal menyetujui sebuah pernyataan publik.
Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah memblokir DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan pers yang menyerukan dilakukannya de-eskalasi.

Sementara itu, Prancis mengumumkan tengah mengupayakan sebuah resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza.

Berbeda dengan pernyataan pers yang membutuhkan konsensus penuh, resolusi Dewan Keamanan bersifat mengikat secara hukum. Mereka membutuhkan setidaknya sembilan suara “ya” dan tidak boleh ada satu pun hak veto dari lima anggota tetap.

Apa kata pemimpin dunia?
Para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa (UE) telah menyerukan gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hamas, demikian disampaikan kepala kebijakan luar negeri UE, Josep Borrel. Namun, Hongaria menolak pernyataan yang dikeluarkan oleh blok beranggotakan 27 negara itu.

Sementara itu, dalam komunikasinya bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (17/05), Presiden AS Joe Biden mendukung dilakukannya gencatan senjata, demikian menurut rilis yang dikeluarkan oleh Gedung Putih. Namun, Biden belum secara terbuka menuntut dilakukannya gencatan senjata.

Di sisi lain, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Raja Yordania Abdullah II “setuju bahwa inisiatif untuk gencatan senjata segera harus didukung guna membuka jalan bagi dimulainya kembali negosiasi politik,” demikian disampaikan juru bicaranya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  Gempa M 4,6 Terasa hingga Kuta dan Denpasar, Ini Analisis BMKG

Sementara Prancis, yang selama beberapa hari telah menyerukan gencatan senjata segera, mengatakan bahwa pihaknya mendukung mediasi yang dipimpin oleh Mesir.

Apa kata Israel dan Hamas?
Meskipun ada seruan intensif dari para pemimpin dunia untuk gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa Israel akan terus berjuang “selama yang diperlukan untuk membawa ketenangan kembali kepada warga Israel.”

Saat berbicara di sebuah pangkalan Angkatan Udara di Israel selatan pada Selasa (18/05), Netanyahu mengatakan bahwa Hamas dan Jihad Islam telah “menerima pukulan yang tidak mereka duga.”

“Kita telah membuat mereka mundur bertahun-tahun ,” kata pemimpin Israel itu.

Sementara itu, seorang pejabat senior Hamas, Moussa Abu Marzouk, seperti dikutip oleh New York Times mengatakan bahwa kelompok militan Palestina telah mengupayakan gencatan senjata di Gaza.

Namun, pejabat itu mengklaim bahwa “Israel menuntut agar Hamas secara sepihak menahan tembakannya terlebih dahulu selama 2-3 jam sebelum Israeal memutuskan apakah akan melakukan hal yang sama.”

Abu Marzouk mengatakan Hamas akan menyetujui gencatan senjata apabila dilakukan “serentak dan saling menguntungkan.”

Baca Juga :  Barusan Polisi Keluarkan Sirine Minta Warga Ke Bukit

Meski begitu, laporan media menunjukkan bahwa tidak ada komitmen dari kedua belah pihak untuk mewujudkannya.

Bagaimana situasi di lapangan?
Korban tewas akibat aksi saling serang antara Israel dan Hamas terus bertambah. Israel mengatakan ada lebih dari 3.000 roket yang diluncurkan dari Gaza. Beberapa di antaranya gagal melintas sementara roket lainnya ditembak jatuh oleh pertahanan udara Israel, Iron Dome.

Sejauh ini sekitar 217 warga Palestina telah tewas akibat serangan udara ini, termasuk 63 anak-anak. Sementara, lebih dari 1.500 orang dilaporkan terluka, demikian menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Hamas dan Jihad Islam mengatakan bahwa setidaknya 20 pejuang mereka tewas, sementara Israel mengklaim jumlahnya setidaknya 130, demikian menurut kantor berita Reuters.

Di Israel, sebanyak 12 orang termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dilaporkan tewas akibat serangan roket Hamas.

Sementara itu, warga keturunan Palestina di seantero Israel dan yang berada di wilayah pendudukan melakukan mogok kerja pada Selasa (18/05) sebagai aksi protes atas serangan udara Israel di Gaza.

Aksi itu juga ditujukan sebagai protes atas tindakan pasukan keamanan Israel terhadap jamaah Muslim di komplek Masjid Al-Aqsa, serta protes atas penggusuran paksa di lingkungan Sheik Jarrah di Yerusalem timur.

gtp/pkp (AFP, AP, dpa, Reuters)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru