Liputankepri.com,Selat Panjang- Sejak awal perayaan Imlek di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (28/1/2016), ratusan senapan dan pistol ditenteng bebas warga. Mereka dengan leluasa menembak ke setiap warga yang melintasi Kota Selatpanjang.
Saat perayaan Imlek ini, ada 4 ruas jalan yang menjadi target temkan ribuan warga di Selatpanjang. Yaitu, Jalan Imambonjol, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, dan Jalan Kartini.
Aksi saling tembak di semua usia (anak-anak, dewasa, dan orang tua, red) ini berlangsung selama enam hari. Mulai tanggal 28 Januari hingga tanggal 2 Februari 2017.
Minggu (29/1/2017) siang atau Imlek hari ke 2, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK menenteng sepucuk senapan air. Begitu juga Danramil 02 Tebingtinggi Mayor Arm Bismi Tambunan SE, juga menenteng senjata. Tak hanya itu, Waka Polres Kompol DR Wawan Setiawan SH MH beserta anggota lain juga menenteng senjata.
Menggunakan becak, Kapolres Barliansyah dan anggota memasuki jalur sasaran tembakan. Sepanjang 4 ruas jalan tersebut, Barliansyah yang ditemani istri dan anaknya menjadi sasaran tembak warga. Barliansyah juga melepaskan tembakan.
Oleh karena keterbatasan senjata dan tidak mendapat pengawalan ketat, kapolres ke 3 di Kepulauan Meranti itu menjadi sasaran tembakan warga sepanjang jalan. Barliansyah beserta istri dan anggota yang waktu itu ikut perang air menjadi basah kuyup.
Usai mengikuti perang air, Barliansyah mengaku senang. Meski dalam keadaan basah kuyup, tapi laki-laki berkacamata itu mengaku mendapat kepuasan tersendiri. “Tak apa-apa basah, tapi saya dan keluarga sangat senang. Kita membaur bersama masyarakat dalam perayaan Imlek, seperti perang air ini,” kata Barliansyah.
Perang air merupakan tradisi setiap perayaan Imlek di Selatpanjang. Perang air yang dilangsungkan selama 6 hari berturut-turut itu diyakini lebih meriah daripada perayan Songkran di Thailand.
Puluhan ribu warga terpusat di Kota Selatpanjang saat Imlek ini. Perang air juga mampu menarik minat turis untuk mengunjungi Selatpanjang. ***










