Antisipasi Kejahatan di Wilayah Kepri,TNI AU Kerahkan Lima Jet Tempur

- Jurnalis

Rabu, 4 April 2018 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Batam – TNI Angkatan Udara (AU) menggelar operasi pengawasan perairan Kepri mulai Selasa (3/4) hingga Kamis (5/4) besok.

Operasi dengan sandi Poros Sagara 2018 itu melibatkan lima jet tempur Hawk tipe 100 dan 200.
Operasi ini fokus mengawasi kegiatan ilegal di wilayah Kepri.

Mulai dari pencurian ikan (illegal fishing), pembalakan liar, kegiatan penambangan liar, pembuangan limbah, penyelundupan, imigran asing, hingga penyelundupan narkoba.

“Titik koordinat tempat-tempat diduga terjadinya kegiatan ilegal itu sudah kami pegang. Dan kami terbang menyusuri tempat-tempat itu,” kata Komandan Skuadron Udara I Lanud Supadio, Letkol Agung Indrajaya, Selasa (3/4), di Bandara Hang Nadim, Batam.

Ia mengatakan, patroli ini tidak hanya mengandalkan pengamatan semata. Tapi juga dibantu radar-radar canggih yang dimiliki TNI AU.

“Kami di-guide (dipandu) sama radar, pusat memonitor langsung pergerakan kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Susi: Saya Lulusan SMP Jadi Menteri Saja Luar Biasa, Masa Mau Jadi Cawapres

Alasan pemilihan Batam sebagai tempat homebase operasi pengamanan alur ini, disebutkan Agung karena mempertimbangkan posisi strategis perairan Kepri.

Lalu juga di wilayah perairan Kepri dan sekitarnya ini, memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Dari informasi didapat TNI AU, beberapa kali terjadi penyelundupan manusia, barang, pembuangan limbah hingga narkoba.

“Berita yang kami dengar akhir-akhir ini adalah penyelundupan narkoba dalam jumlah ton. Oleh sebab itu, kami diminta melakukan pengawasan, karena mungkin ada juga yang tak terpantau,” ucapnya.

Cakupan operasi Poros Sagara 2018 ini cukup luas. Agung menuturkan, wilayah operasi mulai dari Selat Karimata, wilayah perbatasan Kepri dengan negara tetangga,

Baca Juga :  Nuzulul Qur’an, Bupati Natuna Bangga Paskas TNI AU Ikuti Safari Ramadhan

Lalu di bagian utara Natuna. “Hasil dari patroli kami, belum ada progres. Namun setelah ini kami akan lakukan patroli lagi, besoknya lagi hingga batas waktu operasi,” ucapnya.

Personel yang dikerahkan dalam operasi ini sebanyak 60 orang. Terdiri dari pilot, tenaga teknis, pengawas lapangan, hingga pengawas di radar.

Seperti yang dilansir laman batampos, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, hanya empat pesawat saja yang terbang menuju daerah-daerah yang dinilai cukup rawan akan kegiatan ilegal.

Sedangkan satu pesawat bersiaga di bandara sebagai cadangan. Patroli pertama berlangsung sekitar 45 menit. Pesawat tempur itu take off pukul 09.20 dan kemmbali mendarat di Hang Nadim pukul 10.05 WIB.(red)

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu
Apresiasi Prestasi Personel, Kapolres Karimun Tekankan Peningkatan Kinerja Pelayanan
Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria
Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia
Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:14 WIB

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:43 WIB

Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:27 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Berita Terbaru

Advertorial

Sisi Gelap Hiburan Malam: Kejahatan di Balik Gemerlap Lampu

Senin, 27 Jul 2026 - 12:14 WIB