class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16248 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Kepri / Tekno

Rabu, 4 April 2018 - 14:51 WIB

Antisipasi Kejahatan di Wilayah Kepri,TNI AU Kerahkan Lima Jet Tempur

Liputankepri.com,Batam – TNI Angkatan Udara (AU) menggelar operasi pengawasan perairan Kepri mulai Selasa (3/4) hingga Kamis (5/4) besok.

Operasi dengan sandi Poros Sagara 2018 itu melibatkan lima jet tempur Hawk tipe 100 dan 200.
Operasi ini fokus mengawasi kegiatan ilegal di wilayah Kepri.

Mulai dari pencurian ikan (illegal fishing), pembalakan liar, kegiatan penambangan liar, pembuangan limbah, penyelundupan, imigran asing, hingga penyelundupan narkoba.

“Titik koordinat tempat-tempat diduga terjadinya kegiatan ilegal itu sudah kami pegang. Dan kami terbang menyusuri tempat-tempat itu,” kata Komandan Skuadron Udara I Lanud Supadio, Letkol Agung Indrajaya, Selasa (3/4), di Bandara Hang Nadim, Batam.

Ia mengatakan, patroli ini tidak hanya mengandalkan pengamatan semata. Tapi juga dibantu radar-radar canggih yang dimiliki TNI AU.

“Kami di-guide (dipandu) sama radar, pusat memonitor langsung pergerakan kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Tim Gabungan WFQR Tangkap Tiga Kapal Bermuatan Ilegal di Perairan Batam

Alasan pemilihan Batam sebagai tempat homebase operasi pengamanan alur ini, disebutkan Agung karena mempertimbangkan posisi strategis perairan Kepri.

Lalu juga di wilayah perairan Kepri dan sekitarnya ini, memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Dari informasi didapat TNI AU, beberapa kali terjadi penyelundupan manusia, barang, pembuangan limbah hingga narkoba.

“Berita yang kami dengar akhir-akhir ini adalah penyelundupan narkoba dalam jumlah ton. Oleh sebab itu, kami diminta melakukan pengawasan, karena mungkin ada juga yang tak terpantau,” ucapnya.

Cakupan operasi Poros Sagara 2018 ini cukup luas. Agung menuturkan, wilayah operasi mulai dari Selat Karimata, wilayah perbatasan Kepri dengan negara tetangga,

Baca Juga :  Tim Gabungan WFQR Amankan Perahu Pancung Diduga Angkut TKI

Lalu di bagian utara Natuna. “Hasil dari patroli kami, belum ada progres. Namun setelah ini kami akan lakukan patroli lagi, besoknya lagi hingga batas waktu operasi,” ucapnya.

Personel yang dikerahkan dalam operasi ini sebanyak 60 orang. Terdiri dari pilot, tenaga teknis, pengawas lapangan, hingga pengawas di radar.

Seperti yang dilansir laman batampos, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, hanya empat pesawat saja yang terbang menuju daerah-daerah yang dinilai cukup rawan akan kegiatan ilegal.

Sedangkan satu pesawat bersiaga di bandara sebagai cadangan. Patroli pertama berlangsung sekitar 45 menit. Pesawat tempur itu take off pukul 09.20 dan kemmbali mendarat di Hang Nadim pukul 10.05 WIB.(red)

 

Share :

Baca Juga

Featured

M.Yusuf Sirat Minta Kontraktor Kerjakan Waduk Sei Bati Tepat Waktu

Karimun

Wakapolda Kepri Kunjungan Kerja ke Polres Karimun

Featured

Disaksikan Kapolda Riau, Bupati Kasmarni Hibahkan BMD Ke Polres Bengkalis

Batam

Plt Gubkepri tolak rencana kedatangan 2.000 Turis asal Australia masuk Batam

Kepri

Pemprov Kepri Gesa Pembangunan Pelabuhan Penagi, Kuala Maras & Selat Beliah

Batam

Percepat Proses Penanganan Kasus,Polda Kepri Luncurkan Sistem SPDP Online

Karimun

Digelar 222 Hari, Operasi Mantap Brata Seligi 2023-2024 Polres Karimun Dimulai

Karimun

Kirim Foto Pornografi, Oknum Anggota DPRD Karimun Tersandung Kasus Dugaan Asusila
error: Content is protected !!