Liputankepri.com,Karimun – Bupati Karimun, Dr Aunur Rafiq mengatakan, hampir seluruh daerah di Indonesia di awal tahun 2019 ini tingkat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup tinggi, termasuk Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Rafiq menyebutkan, 19 kasus DBD terjadi diawal tahun 2019 di Kabupaten Karimun cukup tinggi, jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Yang paling banyak ditemukan di Kundur Kota. Ini cukup tinggi,” ungkapnya saat diwawancara wartawan usai melantik pengurus Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Tanjung Balai Karimun (HPM-TBK) Pekanbaru periode 2018-2019, Senin (21/1/2019) malam.
Sudah adanya belasan kasus DBD, Rafiq menegaskan Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi untuk gencar mensosialisasikan program 3M (menguras, menutup, dan mengubur) ke masyarakat.
“Sudah saya perintahkan Kadinkes melalukan rapat dengan Camat, Lurah, Kepala Desa, RT, RW dan Kader Posyandu untuk segera bersama masyarakat membersihkan lingkungan. Terpenting penting itu, Dinkes harus gencar mensosialisasikan program tersebut,” ucapnya.
Mengenai fogging disampaikan Rafiq, akan dilakukan apabila sudah ada epidemologi. Fogging tidak dianjurkan untuk merata disemua tempat. Apabila ada kasus DBD terjadi, baru dilakukan fogging.
“Jika fogging dilalukan secara tidak tepat, akan membuat kekebalan pada nyamuk aedes itu sendiri,” katanya.
Meskipun sudah ada belasan kasus DBD di daerah berlandaskan empat azam diawal tahun ini, Rafiq minta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak meminta seluruhnya harus di fogging.***

(Red/kepriterkini.co.id)










