class="post-template-default single single-post postid-13322 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Ekonomi / Featured / Gaya Hidup / Karimun

Selasa, 7 November 2017 - 20:10 WIB

Aunur Rafiq : Mesin Penggilingan Padi Akan di Pusatkan di Tanjungbatu Kundur

Liputankepri.com,Karimun – Dalam mewujudkan ketahanan pangan,Bupati Karimun Aunur Rafiq akan mendatangkan gabah dari daerah atau kabupaten lain untuk diolah melalui penggilingan padi yang rencananya akan di pusatkan di Tanjungbatu Kundur.

Ilustrasi: Mesin penggilingan padi

“Pengusaha kita akan menggiling padi di sini. Kita tidak perlu sawah, tapi kita datangkan bahan bakunya (gabah) dari kabupaten-kabupaten yang surplus,” kata Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Aunur Rafiq mengatakan, dengan mendatangkan gabah dari daerah lain seperti Kabupaten Pelalawan dan Kampar Provinsi Riau atau dari Sumatera Barat yang diproses melalui penggilingan padi jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan memasok beras dari Pulau Jawa.

“Lebih ekonomis kita menggiling di sini, karena transportasi lebih jauh dan biayanya relatif mahal jika mendatangkan beras dari Jawa,” katanya.

Menurut dia, langkah ini merupakan solusi yang tepat dalam menangkal ancaman ketahanan pangan di kabupaten maritim ini. Dengan adanya penggilingan padi, maka Kabupaten Karimun bisa memproduksi beras sendiri, meski gabah berasal dari daerah lain.

“Kita kan bisa, daerah yang gabahnya banyak kita giling disini. Singapura tak ada sawah bisa punya beras,” katanya.

Pemerintah daerah tengah menjajaki kabupaten lain yang surplus dalam produksi padinya. Sementara itu, untuk mesin penggiling padinya nanti dikelola oleh pihak swasta yang akan ditempatkan di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.

“Setelah itu jalan, mungkin swasta akan membeli mesin yang lebih besar produksinya dalam satu jam 5 sampai 7 ton penggilingannya,” katanya.

Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Karimun bukan daerah penghasil beras. Pasokan beras dari Pulau Jawa dan Sumatera melalui distributor menjadi andalan, namun harganya fluktuatif dan sering terjadi kelangkaan***

 

 

 

 

Source :Antara

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Gadaikan BPKB Motor, Seorang Pria Diamankan Polisi

Karimun

Nasi Kapau Satpolair Polres Karimun Sasar Kru Kapal Nelayan

Karimun

Jual Barang Curian Di FJB Karimun,Ketahuan Pemiliknya

Karimun

Bupati dan Sekda Karimun Dianugerahi Penghargaan Bintang Veteran dan Setya Lencana Legiun Veteran

Karimun

Suhajar Diantoro Ajak ASN Pemkab Karimun Terapkan Budaya Kerja BerAKHLAK

Ekonomi

Pembuatan Sampan Dinas Perikanan Karimun di Meranti Diduga Ilegal

Karimun

Wakapolda Terkejut, Ada Personel Yang Tidak Mengenali Kendaraan Operasionalnya

Batam

Bupati Karimun Perketat keluar masuk orang ke Karimun