banner 200x200

Home / Featured / Gaya Hidup

Rabu, 23 November 2016 - 21:45 WIB

BPOM Ungkap 43 Obat Tradisional Berbahan Kimia Obat Berbahaya

Liputankepri.com – Tahukah Anda, obat tradisional tidak seharusnya mengandung bahan kimia obat (BKO). Efeknya yang caspleng atau mujarab bisa membuat banyak orang tertarik untuk mengonsumsi obat tradisional, ketimbang obat biasa.

Di sinilah masyarakat perlu waspada terhadap obat-obatan ini. Menurut Drs Ondri Dwi Sampurno, MSi, Apt, selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dosis bahan kimia obat yang tidak sesuai takaran bisa mengakibatkan kerugian kesehatan.

“Kita larang dengan adanya penambahan bahan kimia. Jamu biasanya terbuat dari bahan alam yang merupakan komponen. Dosisnya berbeda. Kalau (bahan kimia obat) dicampur, bisa menimbulkan potensi kerugian terhadap kesehatan,” ungkapnya kepada awak media dalam konferensi pers ‘Waspada Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat’ di Aula Gedung C BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).

Baca Juga :  Ssst... Diam-Diam OJK Pernah Beli Data Nasabah untuk Investigasi!

Cara penggunaan obat-obatan tradisional berbeda, dosisnya pun berbeda. Sehingga, kalau dicampur potensinya bukannya bermanfaat, justru menimbulkan suatu potensi risiko penyakit, Ondri menjelaskan.

Berdasarkan penelusuran BPOM sejak Desember 2015 – September 2016, ditemukan 43 obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Misalnya, kandungan sildenafil dalam obat-obat tradisional yang biasa mengatasi masalah disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal. Obat ini biasanya dikenal dengan nama Viagra.

“Kami juga menemukan paracetamol, deksametason, dan natrium diklofenak. Biasanya obat ini bisa menurunkan rasa nyeri dan demam yang biasa kita kenal sebagai obat analgetik,” tambahnya.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke 77, Polres Kampar Gelar Sunat Massal

Pada tahun ini, BPOM juga melakukan pemusnahan obat tradisional senilai Rp 36,5 miliar dan bahan baku senilai Rp 3 miliar. Data juga mengungkapkan, sebanyak 60,5 persen tidak terdaftar dan 39,5 persen terdaftar legalitasnya.

Tindakan selanjutnya sebagai upaya pemberantasan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, BPOM bekerjasama dengan kepolisian, pemda, asosiasi obat tradisional, untuk mencegah penyebaran obat ilegal ini. Sampai saat ini, terdapat 33 perkara yang diproses melalui jalur hukum terkait obat tradisional ilegal.**

Share :

Baca Juga

Featured

Bawaslu Temukan 30 Bacaleg Eks Napi Korupsi di Tingkat Provinsi, Ini Rinciannya

Batam

Patroli Bisma 8002 Polair Baharkam Polri Amankan Lima Kapal Pencuri Ikan

Batam

Kelas Polda Kepri Akan Naik Jadi Type A,Pangkat Kapolda Menjadi Bintang Dua

Featured

Barcelona Tak Akan Boyong Bek Argentina pada Musim Ini

Featured

Polri Peduli Budaya Literasi Distribusi Buku Sampai ke Pelosok Negeri di SDN 012 Desa Salo 

Featured

Open Tournament Futsal 2023 KMG CUP II Dibuka! Total Hadiahnya Rp28 Juta

Featured

Plat Merah Terjaring Razia Tidak Bawa STNK dan SIM

Featured

Puan Sebut Asman Abnur Dicopot demi Penguatan Koalisi Indonesia Kerja
%d blogger menyukai ini: