class="wp-singular post-template-default single single-post postid-23837 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Nasional / Peristiwa

Kamis, 4 April 2019 - 21:42 WIB

BPS Kabupaten Aceh Besar Mengadakan Pelatihan Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilayah Kerja Statistik

LIPUTANKEPRI.COM,ACEH-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Besar menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) sebagai langkah persiapan awal pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 di Hotel Permata Hati Aceh Besar (4/4/2019).

Kepala BPS Kabupaten Aceh Besar bapak Irnanto,SE,MM dalam sambutannya menjelaskan bahwa Wilkerstat adalah wilayah kerja statistik untuk kegiatan sensus dan survei yang diselenggarakan oleh BPS. Pelatihan ini dibagi dua gelombang,gelombang I mulai tanggal 4 s/d 6 April 2019,dan gelombang ll mulai 7 s/d 10 April 2019.Untuk gelombang I ini jumlah peserta sekitar 94 orang,ini adalah petugas-petugas terbaik yang sudah diseleksi di kecamatan masing-masing,” tuturnya.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala BPS Provinsi Aceh, dalam sambutannya yang diwakili oleh bapak Oriza Santifa,M.Si selaku Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Provinsi Aceh menyampaikan hasil akhir dari kegiatan pemetaan dan pemutakhiran muatan wilkerstat tahun 2019 yaitu pembentukan peta manual dan digital hingga lingkup terkecil. Menurutnya, pada saat pelaksanaannya di lapangan nanti, para petugas akan menggunakan perangkat telepon pintar berbasis android, supaya dapat memetakan lebih detail.
“Peta digital ini akan kita aplikasikan dengan google map, sehingga hasilnya benar-benar akurat,” jelasnya.
Oriza memaparkan, BPS menggunakan aplikasi Wilkerstat sudah sejak tahun 2018 dalam pembuatan peta desa dan di tahun 2019 dibuat lebih spesifik hingga tingkat RT.
“Keunggulan penggunaan peta digital ini adalah untuk menghindari tumpang tindih antar wilayah,” katanya.

Hasil pemetaan ini, lanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk mengetahui wilayah kerja para petugas sensus penduduk tahun 2020. Dalam pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 nanti, BPS menggunakan metode kombinasi, yaitu perpaduan antara data registrasi Sistem Administrasi Kependudukan yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan data yang ada di lapangan.

“Sehingga nanti tidak akan terjadi daerah-daerah yang tidak tersensus atau bahkan tersensus dua kali,” pungkasnya.(rls)

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua KPU Karimun: Daftar Pemilih Tetap Sebanyak 165.780 Jiwa

Berita

Kapolsek Rangsang Bantu Korban Rumah Terbakar di Desa Tanjung Gemuk

Batam

Oknum Pegawai Berstatus Tersangka, BP Batam Hormati Proses Hukum

Ekonomi

Disperindagkop Rintis Serrifikasi Halal Produk IKM

Batam

Pria yang biasa dipanggil Haji Permata meninggal dunia

Batam

Akhirnya,Pemko Batam Salurkan Dana Bergulir Rp 50 Juta Sekali Pinjam

Batam

Komisi I DPRD Batam Belajar ke MPP Jakarta

Berita

Masuk Perairan Batam, Kapal MV Trenta Berbendera Portugal Diperiksa
error: Content is protected !!