Bubung : Masuknya Narkoba ke Kepri,Dinilai Lemahnya Pengawasan Aparat Negeri Jiran

- Jurnalis

Senin, 27 November 2017 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Batam – Masuknya narkoba ke Batam dan Kepri umumnya dari Malaysia. Ia menduga, barang haram itu mudah keluar dari malaysia karena lemahnya pengawasan aparat di negeri jiran itu.

“Sangat lemah di pengawasan arus keluar negara. Barang masuk yang mereka ketatkan,” jelas Kepala Bidang Pemberantasan,AKBP Bubung Pramiyadi.

BNNP Kepri mencatat, sampai November berjalan ini, mereka berhasil mengamankan 36,1 kilogram sabu-sabu, 398 butir ekstasi, dan 12.962,16 gram ganja dari 81 tersangka.

Berdasarkan rekapitulasi empat tahun terakhir, jumlah tangkapan narkoba di Kepri semakin meningkat. Pada 2014 misalnya, BNNP Kepri berhasil mengungkap 28 kasus dengan 24 tersangka. Dari tangan para tersangka, diamankan 764,9 gram ganja, lalu 5.685,84 gram sabu-sabu, 186 butir ekstasi, dan 0,22 heroin.

Pada 2015 ada 57 kasus dengan 91 tersangka berikut bukti kepemilikan 64,15 gram ganja, 8.980,53 gram sabu-sabu, dan 315 ekstasi.

Sedangkan 2016 terjadi peningkatan pengawasan, dimana BNNP Kepri berhasil menangkap 88 tersangka dengan 62 kasus. Dari mereka diamankan 22,11 kilogram ganja, 17,65 kilogram sabu-sabu, dan 27.797 butir ekstasi.

“Meski begitu, kami memperkirakan banyak yang lolos daripada yang ditangkap,” sebutnya.

Bubung juga mengungkapkan, berdasarkan survei dan pengembangan dari BNNP Kepri, tren yang tertangkap di Batam saat ini, kebanyakan para kaki-kaki pengedar yang hanya dibayar Rp 10-20 juta per sekali kerja. Sementara pemiliknya ada di luar daerah.

Modus operandi alur penyelundupan narkoba ini yakni dari pemilik-kurir-penjamin dan penyimpan di lokasi tujuan- diedarkan secara bertahap. Tergantung permintaan stok dari luar kota, atau bisa langsung dikirim keseluruhan.

Alurnya, dari Malaysia dibawa melalui laut menggunakan kapal cepat atau kapal pribadi, di wilayah perbatasan atau out port limited (OPL) diserahkan estafet kepada kurir. Bisa jadi kurirnya nelayan, dan nelayan inilah yang membawa barang ke titik perjanjian seperti yang sudah diperintahkan si owner.

Selain itu, narkoba dari Malaysia juga kerap dibawa kapal TKI ilegal. Juga melalui bandara.

Tingginya penyelundupan narkoba ke Indonesia diduga karena bisnis ini sangat menjanjikan. Di Indonesia, 1 gram sabu bisa dijual hingga Rp 1 juta. Padahal dari Malaysia harganya hanya Rp 250 sampai Rp 400 juta per kilogram (Kg).

“Di Malaysia dijual Rp 300 juta per Kg, di Bali itu bisa menjadi Rp 2 miliar per kilogram,” jelas Bubung.

 

 

 

 

 

Source: Batampos

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti
Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro
Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru
Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya
Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo
Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:42 WIB

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:26 WIB

Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:18 WIB

Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:11 WIB

Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya

Berita Terbaru