Natuna  

Danrem 033 dan Inspektur Komando Operasi TNI AU Ramah Tamah Bersama Forkompinda Natuna

Natuna – Komandan Korem (Danrem )033 Wira Pratama, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, M.A., M.Sc. dan Inspektur Komando Operasi TNI Angkatan Udara I. Marsekal Pertama, TNI Dedy Ghazi Elsyaf, M.Si malam Ramah Tamah bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Giat berlangsung di RM Sisi Basisir, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Selasa (20/09/2022) malam.

Dalam sambutannya, Danrem 033/WP, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, mengatakan, berterima kasih atas kerja sama antar forkopimda di sini cukup baik. la berharap semua pihak mau meneruskan kerja sama ini.

Bahkan, la pun berpesan kepada Babinsa se Kabupaten Natuna, bahwa ketenangan di wilayah ini jangan membuat terlena banyak hal yang perlu di waspadai.

“Selain dari pemerintah daerah berusaha untuk memajukan daerah ini, kita harus ikut mendukung dari segala segi yang bisa kita lakukan, sehingga turut membantu percepatan kemajuan di daerah ini,” ujarnya.

Kedatangannya dalam rangka meninjau langsung program unggulan Kodim 0318/Natuna di Desa Selemam, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

“Kami sudah membuka jalan dari Desa Selemam ke Sebayar, tentunya, kami ingin berperan dalam membantu pembangunan daerah,” katanya.

Iapun mengajak seluruh pihak dapat sama-sama bekerja membangun Natuna.

Sementara itu, Insprektur Komando Operasi Udara I, Marsma TNI Dedy Ghazi Elsyaf, dalam sambutannya, menyoroti soal ketegangan yang bakal terjadi pada saat Pemilu 2024. Ia berharap semua TNI dan Polri menjaga daerah ini dengan tetap selalu kondusif.

“Saya mengingatkan, potensi kerawanan dalam Pemilu. Jangan karena beda pilihan kita terpecah, dan saling menjelekkan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda dalam sambutanya mengatakan, jika keterlibatan TNI dalam membantu pembangunan Natuna, tentunya akan mempermudah kerja-kerja pemerintah. Karena, Pemerintah Kabupaten Natuna, sudah “minim” kewenangan, sejak disahkannya Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah.

“Laut kewenangan provinsi dan pusat, sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna hanya dapat mengelola 1 persen daratan saja, itupun soal pertambangan dan energi juga menjadi wewenang pemerintah pusat,” ucapnya.

Rodial juga menyampaikan, bahwa mengapa negara besar seperti Rusia, Amerika dan Cina sanggup berperang. Karna mereka selalu merebutkan energi dan pangan.

“Energi dan pangan itu di miliki oleh Natuna, 30 persen sumber migas dan 25 persen perikanan yang ada di Natuna,” ujar Rodial.

Bahkan Rodial mengatakan, sangat tidak wajar daerah strategis yang memilki potensi yang luar biasa itu tidak bisa di bangun menjadi sesuatu yang menguntungkan terhadap bangsa.

“Saya bermimpi dengan hadir nya TNI di Natuna ini dan Presiden Joko Widodo menyampaikan pada juli 2016 yang lalu, Natuna akan di bangun dengan lima pilar pembangunan. Lautan perikanan, Pertahanan, Pariwisata, Migas dan Lingkungan hidup,” terangnya Rodial.

Dan la pun membayangkan, Natuna akan menjadi seperti Amerika akan membangun Hawai, menggabungkan antara militer, perikanan dan pariwisata.

Hari ini militernya sudah berkembang, sekarang bagai mana perikanan dan pariwisatanya akan berkembang, sehingga paling tidak alat pembangunanya kesana.

“Sehingga potensi 30 persen migas dan 25 persen perikanan itu bisa menyumbangkan kesejahteraan bagi bangsa kita, kalau di bangun secara konferehensif, namun sampai hari ini Natuna masih tetap seperti ini,” kata Rodial.

Oleh sebab itu, Rodhial berharap, agar Komandan Korem 033/WP, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto dan Inspektur Komando Operasi Udara I, Marsma TNI Dedy Ghazi Elsyaf, dapat menyampaikan kepada Pemerintah Pusat, untuk membangun Kabupaten Natuna.**

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: