class="post-template-default single single-post postid-1897 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Featured / Karimun

Rabu, 5 Oktober 2016 - 15:50 WIB

DJBC Kepri Sita Rokok FTZ, Nilainya Rp 10 Miliar

”Cukup besar nilai rokok tanpa pita cukai yang kita sita. Bahkan, akibat dari hal ini potensi kerugian negara bisa mencapai Rp 6,5 miliar,”

 

Liputankepri.com,Karimun – Kanwil Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Tanjungbalai Karimun yang melakukan Operasi Halilintar berhasil melakukan penangkapan terhadap 10 juta batang rokok atau tepatnya 10.079.082 batang yang hanya boleh beredar untuk kawasan free trade zone (FTZ). Rokok itu ditegah selama tiga triwulan atau sejak Januari sampai dengan September.

”Penangkapan rokok tanpa dilengkapi dengan pita cukai selama triwulan pertama, kedua sampai dengan triwulan ketiga ada 9 kali. Jumlah tersebut berasal dari penindakan yang dilakukan oleh kapal patroli BC yang ada di Tanjungbalai dan juga BC di Tanjungpinang,” ujar Kepala Bidang Penindakan dan Operasi Kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun, Raden Evi Suhartantyo seperti yang dilansir laman Batam Pos, Selasa (4/10).

Sementara itu, Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti Kanwil Khusus DJBC, Winarko secara terpisah menyebutkan bahwa dari total penindakan atau penangkapan terhadap rokok tanpa dilengkapi oleh pita cukai nilai barangnya mencapai Rp10 miliar.
”Cukup besar nilai rokok tanpa pita cukai yang kita sita. Bahkan, akibat dari hal ini potensi kerugian negara bisa mencapai Rp 6,5 miliar,” paparnya.

Dikatakan Winarko, untuk penindakan dalam bentuk impor barang terbatas, seperti bawang merah sepanjang 9 bulan terakhir juga cukup banyak. Ada 36 kapal yang membawa muatan bawang merah dari Malaysia tujuan ke Indonesia, tanpa dilengkapi dengan dokumen importir yang ditunjuk oleh pemerintah. Artinya, hanya perusahaan importir yang ditunjuk oleh pemerintah boleh mengimpor.

”Banyaknya impor ilegal bawang merah ini disebabkan harga bawang merah di luar negeri cukup murah. Jika tidak dilakukan penegahan, maka sudah tentu dapat mengganggu produksi bawang merah lokal. Dan, BC dalam hal ini selain melakukan pemusnahan terhjadap bawang merah, juga telah menghibahkan hasil penindakan bawang merah ke masyarakat, misalnya ke panti asuhan dan pondok pesantren,” ungkapnya.**

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BBM Langka Warga Serbu SPBU Alah Air

Karimun

Sulfanow Putra Minta Jalur Pelayaran Internasional Karimun Dibuka

Featured

Sebanyak 48 Siswa Baru SMPS IT Darul Mukmin Ikuti MPLS 

Berita

Wagub Kepri Dialog bersama Pemda dan Organisasi Islam

Featured

Kapolda Kepri Apresiasi Sinergitas TNI-POLRI di Karimun

Featured

Pemprov Riau sediakan dana Rp 60 Miliar untuk THR

Criminal

Anggota DPRD Karimun, M Hadi Siswanto: Dana Reses Diusulkan untuk Paket Sembako Gratis

Karimun

Bupati Karimun Lepas 5 Karate Do Karimun Ikuti POMNAS 2017 di Makassar